Peternak sapi didorong tingkatkan penanaman hijauan pakan

id pakan

Pakan ternak (jogja.antaranews.com)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong para peternak sapi setempat meningkatkan penanaman hijauan pakan ternak pada lahan marginal guna untuk mendukung produktivitas ternak sapi pada 2018.

"Logikanya kalau ingin ada peningkatan ternak tentu juga harus didukung dengan pencukupan pakan bagi tiap-tiap sapi," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY Sutarno di Yogyakarta, Selasa.

Oleh sebab itu, menurut dia, penanaman hijauan pakan ternak pada lahan-lahan marginal atau patut menjadi perhatian karena lahan-lahan produktif di DIY sudah sangat terbatas sebagai lahan tanaman pakan ternak sapi.

"Pemanfaatan lahan marginal atau lahan kosong yang tidak produktif yang dimiliki untuk optimalisasi lahan hijauan pakan terbak saat ini penting dilakukan," kata dia.

Sutarno menyebutkan lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan nonpertanian di DIY per tahun rata-rata mencapai 200 hektare.

Padahal, kebutuhan lahan untuk tanaman pakan ternak yang dibutuhkan guna mencukupi pakan seluruh populasi sapi yang ada di DIY diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000 hektare.

Lahan produktif di DIY untuk pakan ternak sapi yang hampir keseluruan atau 95 persen dikelola oleh masyarakat, menurut dia, saat ini hanya memiliki luas 1.000 hingga 5.000 hektare.

Menurut dia, untuk mendukung optimalisasi penanaman hijauan pakan ternak di lahan marginal, Distan DIY sejak 2017 telah membagikan 3.350.000 stek rumput bagi petani di lima kabupaten kota.

"Dalam program tersebut, diharapkan tiap kelompok peternak dapat mencukupi kebutuhan pakan ternak masing-masing," katanya.

Ia menyebutkan populasi sapi di DIY sebanyak 310.000 ekor yang terdiri atas 60 persen sapi jenis limousin, simental, dan sapi blasteran keduanya dan 40 persen merupakan sapi putih. Terbanyak populasinya di Kabupaten Gunung Kidul mencapai 40 persen.

(L007)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar