Kaliurang aman pertunjukan "Dancing Fountain" tetap digelar

id Gardu pandang kaliurang

Ilustrasi, festival lampion bertajuk "Jurrasic & Romantic Garden Lantern" di kawasan wisata Gardu Pandang Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta. Senin (17/1/16). (Foto ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/16).

Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama PT Taman Pelangi tetap melaksanakan pertunjukan "Dancing Fountain" di Gardu Pandang Kaliurang setelah ada kepastian dari BPPTKG jika kawasan Kalirang merupakan zona aman.

"Kami sudah mendapat kepastian dari BPPTKG bahwa kawasan Kaliurang meruapakan daerah yang aman terkait kenaikan status Gunung Merapi menjadi Waspada," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, Selasa.

Menurut dia, pertunjukan "Dancing Fountain" atau air mancur menari yang akan dilaksanakan mulai 9 Juni hingga 22 Juli tersebut mengambil lokasi di kawasan Gardu Pandang Kaliurang yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Sedangkan rekomendasi dari BPPTKG Yogyakarta radius aman dan yang harus dikosongkan dari kegiatan masyarakat adalah tiga kilometer dari puncak Merapi," katanya.

Ia mengatakan, pertunjukan "Dancing Fountain" yang bekerja sama dengan PT Taman Pelangi ini dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat selama libur puasa dan lebaran, khusunya untuk wisata malam hari.

"Kami sangat mendukung atraksi ini, Kaliurang selama ini kurang event yang diselenggarakan malam hari. Pertunjukan yang berlangsung pada masa liburan ini tepat untuk menarik wisatawan," katanya.

Perwakilan PT Taman Pelangi Sgit mengatakan, pihaknya selalu mengkampanyekan kepada masyarakat luas bahwa Kaliurang aman untuk dikunjungi sehingga event "Festival Of Ligt Dancing Fountain" juga aman untuk dikunjungi wisatawan.

"Ada beberapa sajian yang menarik dalam pertunjukan ini, seperti tarian api di atas air, air mancur, lampion dan berbagai bentuk lainnya. Alat-alat yang digunakan semuanya baru didatangkan dari Tiongkok. Ini seperti yang di Singapura," katanya.

Ia mengatakan, untuk harga tiket pertunukan "Dancing Fountain" ini yakni pada hari biasa Rp25 dan Rp30 ribu pada akhir pekan.

"Namun selama musim liburan lebaran berlaku harga tiket Rp30 ribu," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan yang matang untuk rencana pertunjukan ini, termasuk yang terkait dengan keamanan yang berhubungan dengan kenaikan status Gunung Merapi.

"Kami sudah persiapkan semua, sepertui parkir yang memadai, jalur evakuasi, pintu-pintu evakuasi, masker dan kebutuhan kesehatan serta relawan dari SARLinmas Kabupaten Sleman," katanya.

Pelaksana Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan, Kaliuran saat ini statusnya aman dan bukan daerah yang harus dikosongkan terkait aktivitas Gunung Merapi.

"Tetapi yang harus diingat saat ini masyarakat masih ada trauma dengan erupsi besar Merapi 2010, sehingga dikhawatirkan jika ada getaran atau suara sedikit dari Merapi bisa menjadikan kepanikan. Padahal sebenarnya aman, perlu sosialisasi yang melibatkan relawan berpengalaman agar waspada jika terjadi peningkatan aktivitas untuk menenangkan pengunjung," katanya.

Menurut dia, walaupun aman, pertunjukan "Dancing fountain" mendatangakan banyak orang, tetapi bila kemudian karena ada gerakan dari Merapi, bisa menyebakan kepanikan yang bisa berakibat saling berebut di pintu keluar dan terjadi penumpukan.

"Ini yang harus dipahami, perlu merekrut relawan di sekitar merapi untuk menenangkan dan mengarahkan jalur jika ada sesuatu kegempaan, harus dipersiapakan jalur-jalur agar tidak terjadi penumpukan dan desak-desakan," katanya.

Ia mengatakan, selain itu pihak penyelenggara juga harus menyiapkan sarana dan prasaranan untuk antisipasi evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas Merapi.

"Kendaraan evakuasi harus disiapkan, karena BPBD Sleman akan lebih fokus untuk evakuasi masyarakat. Meski sebenarnya saat ini kesadaran masyarakat sudah bagus dengan melakukan evakuasi mandiri," katanya.

(U.V001)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar