Mensos : peran lansia akan dioptimalkan

id idrus marham

Mensos Idrus Marham. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye/17)



 Sleman, 5/7 (Antara) - Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan pada 2025 populasi lanjut usia di Indonesia akan mencapai 33 juta orang sehingga diperlukan revisi Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia untuk mengoptimalkan peran mereka.

   

 "Undang-undang ini sebagai sebuah instrumen untuk landasan yang kuat pada posisi dan peran lansia ke depan," kata Idrus pada acara Puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-22 di Lapangan Paskhas TNI AU Adisutjipto Yogyakarta, Kamis.

     

Menurut dia, pasal-pasal yang ada akan mencoba melihat bagaimana peran lansia ke depan.

   

 "Undang-undang tersebut akan memosisikan prespektif peran lansia sebagak penyangga pembangunan," katanya.

     

Ia mentakan, lansia juga ditempatkan sebagai pengawal nilau-nilai budaya bangsa serta inspirator dan motivator bagi generasi muda.

   

 "Pada 2025 ada 33 juta lansia. Oleh karena itu Menko PMK sudah mencanangkan hari kebangkitan lansia. Selanjutnya Menko PMK menyerahkan draf revisi UU Lansia kepada Komisi 8 DPR untuk dibahas. Yang mendasari nanti bagaimana kita memosisikan lanjut usia," katanya.

     

Menko PMK Puan Maharani mengatakan ke depan akan ada sejumlah program pemberdayaan lansia yang menyasar hingga kecamatan, sehingga lansia menjadi produktif.

     

Dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat HLUNkarena Yogyakarta meruapakn salah satu provinsi dengan lansia terbanyak.

     

"Dari daerah sampai kecamatan akan diberi program supaya lansia diberdayakan agar produktif dan mendapatkan kesejahteran," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar