Teman terduga teroris harapkan polisi publikasikan sketsa wajah

id Teroris

Petugas masih melakukan penjagaan di depan Instalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda DIY, Minggu malam (15/7), Tiga jenazah terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Jalan Kaliurang, Sleman pada Sabtu malam (14/7) dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY. (Foto Antara/ Victorianus SP) (Antara)



Sleman (Antaranews Jogja) - Teman salah satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Jalan Kaliurang KM 9,9 Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (14/7) sore, mengharapkan pihak kepolisian segera merilis sketsa wajah atau menyebutkan nama-nama para terduga.

     

"Sampai saat ini belum ada rilis resmi dari polisi terkait tiga nama terduga teroris yang tewas," kata pria yang mengaku sebagai teman baik salah satu terduga teroris Ghaniy Ridianto di Sleman, Senin.

     

Menurut dia, meski sangat mengenal dengan sebutan nama  ragu terkait nama Ghaniy, namun pihaknya juga masih ragu apakah benar dia teman kuliahnya dahulu.

   

"Selain meirilis nama-nama secara resmi, saya juga mengharapan polisi membuat sketsa wajah para terduga yang tewas dan menyebarkan ke masyarakat," katanya.

     

Ia mengatakan, jika ada sketsa wajah yang dipublikasikan maka akan lebih mudah untuk memastikan bahwa salah satu terduga benar-benar temannya saat kuliah dulu.

   

"Kasus-kasus terkait pelaku teroris sebelumnya saja polisi cepat merilis nama dan sketsa wajah, namun yang ini sampai tiga hari belum dirilis," katanya.

     

Lebih lanjut ia mengatakan, teman-temannya selama kuliah dulu sampai saat ini juga masih menunggu kepastian terkait identitas pasti terduga teroris yang salah satunya Ghaniy Ridianto.

     

"Nama itu kan kami hanya tahu dari yang banyak beredar di media sosial, teman-teman ingin tahu kepastiannya. Kebetulan saya yang berdomisili di Yogyakarta yang diminta teman-teman memastikan kebenaran nama Ghaniy Ridianto," katanya.

     

Ia mengatakan, dirinya sudah mencoba mengecek ke RS Bhayangkara Polda DIY tetapi tidak diizinkan untuk melihat kondisi jenazah.

   

"Saya juga tidak bisa mendapatkan infomasi apapun, tidak ada yang bersedia memberikan informasi," katanya.

     

Menurut dia, dirinya mengenal Ghaniy sejak sama-sama kuliah pada September 2011, dan sampai dengan saat ini masih sering berkontak telepon.

     

"Terakhir bertemu dengan dia sekitar dua minggu lalu di daerah Maguwoharjo. Dia mengendarai mobilnya dan sempat saya kejar dan mengobrol sebentar," katanya.

   

 Ia mengatakan, selama kenal dengan Ghaniy dirinya menilai bahwa Ghaniy merupakan pribadi yang baik dan humoris.

   

"Kalau memang ini benar Ghaniy teman saya itu, dia orangnya baik dan humoris. Dia juga orang yang pintar dan cerdas, tangannya cukup terampil di bidang kerajinan dan melukis," katanya.

     

Ia mengatakan, dirinya mengenal Ghaniy sebagai pengrajin mebel dan sudah membuka usaha tersebut sejak lima tahun lalu.

     

"Tetapi saya tidak tahu terkaitbaktivitas dia dengan teman-temannya yang baru sekarang," katanya.

     

Menurut dia, selain dari namanya, dirinya bersama teman kuliah lainnya merasa Ghanyi adalah teman kuliahnya juga dari sepeda motor yang digunakan.

   

 "Dalam informasi yang beredar banyak di media sosial, selain salah satu pelaku bernama Ghaniy, juga sepeda motor yang digunakan adalah Yamaha Nmax. Setahu saya Ghaniy juga memakai Nmax yang dimodifikasi," katanya.

     

Ia mengatakan, dirinya juga merasa postur tubuh dari Ghaniy mirip dengan foto salah satu terduga teroris yang tewas dan banyak beredar di media sosial.

   

"Kalau melihat postur tubuhnya sangat mirip juga," kata pria kelahiran I983 dan hanya berselisih beberapa hari dengan Ghaniy.

     

Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya mengenal Ghaniy sudah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak.

   

"Sementara istrinya juga sedang hamil," katanya.

     

Sebelumnya Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP Yulianto menyebutkan tiga terduga teroris yang terlibat baku tembak dengan Densus 88 Anti Teror di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Kabupaten Sleman Sabtu sore terindikasi tewas dalam kejadian tersebut.

     

"Tiga terduga teroris terindikasi tewas dalam kejadian tersebut, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta," kata Yulianto.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar