Pemkab kaji ulang pemanfaatan "Rest Area Bunder"

id Bunder

Kawasan hutan Bunder Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan dijadikan Taman Hutan Raya (Tahura) oleh Dinas Kehutanan dan Perkembunan. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengkaji pemanfaatan tempat istirahat  Bunder, Playen untuk transit bus pariwisata untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di objek wisata, khususnya yang dikelola masyarakat.
     
Sekretaris Daerah (sekda) Gunung Kidul Drajad Ruswandono di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan tempat istirahat atau rest area Bunder yang selama ini tidak berkembang, akan dijadikan rest area atau lokasi transit wisatawan yang akan berkunjung ke sejumlah obyek wisata di Gunung Kidul.
     
"Pintu masuk Gunung Kidul itu tidak banyak, maka kita memanfaatkan pintu masuk untuk dibangun rest area. Seperti di Bunder yang selama ini tidak maksimal akan digunakan untuk berhenti bus kedepannua," katanya.
     
Ia mengatakan selain bunder juga akan dibangun rest area di wilayah Semin dan jalan jalur lintas selatan (JJLS), sehingga nantinya wisatawan akan diangkut menggunakan suttle bus ke lokasi tujuan.
     
"Nanti baru akan dikaji moda transportasinya seperti apa, bisa seperti transjogja, bisa  kereta kelinci, ataupun bus kecil," katanya.
     
Drajat mengatakan dengan rencana ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar rest area.
     
"Harapannya semua titik bisa berkembang ekonominya, tidak hanya dilokasi wisata," katanya.
     
Saat ini, lanjut Drajat, pemkab tengah melakukan penataan kawasan wisata pantai. Pertama tahun ini akan membuat rencana induk yang diawali dari Pantai Baron.
     
"Pantai Baron dipilih karena disana meruapakan awal pariwsata berkembang. kami sudah mempersiapkana dana Rp20 milliar lebih untuk penataan pantai, kami akan memperhatikan fasilitas-fasilitas umum seperti sanitasi, serta fasilitas untuk penyandang disabilitas," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar