Nuffic Neso ajak peneliti Indonesia riset di Belanda

id Nufic neso,Belanda

Puluhan mahasiswa mengikuti sosialisi peluang studi dan riset di Belanda dari Nuffic Neso Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis. (foto istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pemerintah Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia mengajak para peneliti di Indonesia  melakukan kegiatan riset serta melanjutkan studi  jenjang bachelor hingga doctoral (PhD) di Belanda.
         
"Kualitas pendidikan di Belanda tidak diragukan lagi. Saat ini 13 dari 14 universitas riset yang dibiayai oleh negara sudah masuk kedalam 200 besar ranking dunia," kata Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari saat sosialisi peluang studi dan riset di Belanda di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis.
           
Oleh sebab itu, menurut dia, masyarakat, khususnya para peneliti yang tertarik melanjutkan studi ke jenjang bachelor hingga doctoral (PhD) dapat bertemu dan berdiskusi langsung secara individual terkait program studi yang diminati pada sesi One-on-one Session dengan Nuffic Neso Indonesia.
           
Menurut dia, kualitas pendidikan di Belanda patut menjadi pertimbangan para periset karena sudah merata dan diakui dunia. Lebih dari 112.000 mahasiswa internasional menempuh salah satu dari 2.100 program studi internasional yang tersedia di Belanda pada tahun akademik 2017-2018.
           
Untuk menyosialisasikan peluang studi dan riset di Belanda,  selama September Nuffic Neso Indonesia menggelar roadshow di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Bandung. 
         
 Di Yogyakarta, sejumlah kampus yang di sasar adalah Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan rencananya besok akan presentasi di Universitas Islam Indonesia dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.
         
Setiap tahunnya, Nuffic Neso Indonesia menggelar Pameran Pendidikan Tinggi Belanda (Dutch Placement Day/DPD) dalam rangka sosialisasi program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh universitas dari Belanda dan juga sosialisasi program beasiswa dari pemerintah Belanda. 
           
Tahun ini, kata Inty, DPD akan kembali diselenggarakan di Surabaya (6 November 2018) dan Jakarta (9 November 2018) dengan menghadirkan total 27 institusi pendidikan tinggi Belanda yang terdiri dari universitas riset maupun universitas ilmu terapan. 
           
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, DPD 2018 akan dilengkapi dengan PhD Recruitment yang diselenggarakan Nuffic Neso Indonesia bekerja sama dengan Academic Transfer. 
           
"Sesi PhD Recruitment memberikan kesempatan bagi para peneliti yang tertarik mengambil gelar PhD di Belanda untuk tatap muka dan berdiskusi langsung dengan para profesor yang dapat menjadi pembimbing penelitian," kata inty.




























 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar