Warga Kulon Progo budi daya tawon klanceng

id Madu

Madu sarang tawon (Foto ANTARA)

Kulon Progo  (Antaranews Jogja) - Warga di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membudidayakan tawon klanceng dengan memanfaatkan kondisi alam pegunungan yang banyak tanaman berbunga.
   
Salah satu peternak tawon Klanceng Kelik Suparno di Kulon Progo, Minggu, mengatakan budi daya tawon klanceng berawal dari coba-coba pada 2011, dan hasilnya cukup bagus dan pasar sangat banyak permintaan.
     
"Sejak 2011, kami secara bertahap melakukan budi daya tawon klanceng. Awalnya, hanya satu rumah dengan beberapa kotak, sekarang sudah 15 rumah dengan jumlah lebih dari 1.000 kotak sarang tawon klanceng," kata Kelik.
     
Ia mengatakan budi daya tawon klanceng  juga lebih ringan dibanding dengan ternak hewan lain, karena tidak membutuhkan perawatan yang rumit, terlebih hewan bersayap tersebut tidak membutuhkan pakan.
     
"Kalau kita ternak lebah ini tidak perlu cari pakan atau beli pakan, karena lebahnya yang cari pakan sendiri. Hanya saja kita harus teliti dan selalu mengontrol perkembangannya, terutama dari serangan predator, diantaranya semut, capung, cicak dan sriti," kata Kelik.
     
Untuk memulai beternak tawon klanceng, ia pun mengaku tidak menyediakan pakan. Di sekitar rumahnya banyak pepohonan yang berbunga dan banyak getah tanaman.
     
"Selain itu agar produksi madunya lebih banyak, usahakan di sekitar lokasi kandang itu ditanami bunga, karena itu lumayan berpengaruh," katanya.
     
Saat ini, lanjut Kelik, produksi madu klanceng memang belum banyak. Setiap tiga kotak rumah klanceng hanya menghasilkan madu satu botol dengan ukuran 110 mililiter. Kalau saat musim  buah, satu kotak bisa menghasilkan satu botol ukuran 110 mililiter.
     
"Harga satu botol madu klanceng ukuran 110 mililiter sebesar Rp85 ribu. Permintaan madu klanceng masih masyarakat di sekitar Kecamatan Girimulyo. Kami belum mempromosikan besar-besar karena produksinya masih sangat terbatas," katanya.
     
Menurut peternak lain, Sidik Harjanto mengatakan pemasaran madu klanceng hanya mengandalkan pesanan dari mulut ke mulut. Biasanya madu baru diunduh apabila ada pemesan yang datang langsung ke rumahnya. 
   
"Misalkan ada yang datang butuh setengah botol untuk mengobati sakit, baru saya ambilkan dari sarang, jadi madunya masih fresh," katanya.
     
Dengan budi daya tawon klanceng, rata-rata petani ini untuk mendapatkan pemasukan tambahan.
     
Namun ke depan, ia berharap ada pembinaan lebih lanjut dari instansi terkait, sehingga budi daya tawon klanceng tersebut bisa berkembang. 
     
"Kami berharap ada pembinaan dari dinas terkait. Hal ini dikarenakan potensi alam di Girimulyo sangat mendukung budi daya tawon klanceng," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar