Jalan Jazuli Yogyakarta ditutup untuk perbaikan talud Sungai Code

id sungai code

Sungai Code Yogyakarta (Foto ANTARA/ Riski Mario Johannes Parhusip/mg.yk/ags))

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Sebagian ruas Jalan Jazuli Yogyakarta direncanakan ditutup hingga pertengahan November atau selama pembangunan talud Sungai Code dikerjakan.
   
“Jalan Jazuli harus ditutup sebagian karena pembangunan talud Sungai Code dilakukan dengan menambah penahan dinding yang dibangun hingga ke bagian ruas jalan,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Minggu.
   
Menurut dia, pekerjaan pembangunan talud dan penahan dinding dengan spesifikasi cor beton tersebut membutuhkan waktu sekitar 42 hari karena harus disesuaikan dengan umur beton yaitu 30 hari.
   
Aki menyebut, pembangunan talud Sungai Code direncanakan selesai pada 12 November sehingga jalan akan dibuka kembali. “Sesuai izin yang diberikan kepolisian, penutupan jalan hanya diberikan selama 42 hari,” katanya.
   
Revitalisasi talud Sungai Code dilakukan karena kondisi talut rusak akibat gerusan material eruspsi Gunung Merapi yang menyebabkan banjir lahar dingin pada 2010. “Kami juga melakukan perbaikan infrastruktur jalan karena di lokasi tersebut sering ambles,” katanya.
   
Anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi talud Sungai Code sebesar Rp1,06 miliar untuk memperbaiki talud sepanjang 24 meter dengan tinggi 14 meter.
   
Selain talud Sungai Code, terdapat beberapa kerusakan talut yang belum dapat diperbaiki tahun ini yaitu di Pringgokusuman, di Gondolayu dan di Terban.
   
“Talud di Gondolayu dan Terban menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Serayu Opak, sedangkan talud sungai di Pringgokusuman yang menjadi kewenangan kami akan diperbaiki pada 2019,” katanya.
   
Aki mengatakan, talud sungai di Pringgokusuman sudah dilakukan perbaikan sepanjang 23 meter, namun masih menyisakan kerusakan sekitar 34-40 meter yang harus diperbaiki.
   
Sedangkan untuk talud sungai yang mengalami kerusakan akibat Badai Cempaka pada akhir November 2017 juga sudah dilakukan perbaikan meskipun belum semuanya tuntas.
     
“Potensi kerusakan talud juga diperkirakan meningkat pada akhir tahun saat Yogakarta memasuki musim hujan. Pada anggaran perubahan tahun ini juga dianggarkan dana sekitar Rp500 juta untuk dana insidental,” katanya.
   
Hanya saja, lanjut dia, jika terjadi kerusakan talud yang cukup besar sehingga perbaikannya membutuhkan lelang, maka pekerjaan baru bisa dilakukan pada 2019.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar