Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pelaksana proyek normalisasi Sungai Serang menyerap anggaran sebesar Rp41 miliar secara optimal dengan catatan tetap mempertahan kualitas proyek.
Akhid Nuryati di Kulon Progo, Rabu, mengatakan proyek normalisasi Sungai Serang dilakukan secara tahun jamak, pada 2018 ini, anggaranya mencapai Rp41 miliar.
"Sampai saat ini, berdasarkan infornasi pelaksana normalisasi Sungai Serang, anggarannya sudah terserap Rp40 miliar," kata Akhid disela-sela meninjau proyek normalisasi Sungai Serang di Bojong, Panjatan.
Akhid mengatakan bila ada kerusakan akibat proyek normalisasi Sungai Serang perku segera dibenahi, seperti talud makam di Bojong, Kecamatan Panjatan. Kerusakan yang darurat ini perlu segera ditangani, dan kelanjutan pengerjaan disesuaikan dengan kondisi alam. Kalau hujan deras, dan tidak mungkin dibangun tanggul yang rusak, dewan siap mensosialisasikan kepada warga.
"Hal yang terpenting bagi kami, pengerjaan normalisasi Sungai Serang diselesaikan sesuai target. Proyek ini dikerjakan secara tahun jamak, harus dikerjakan dengan baik dan mengutamakan kualitas," katanya.
Namun demikian, politisi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan I (Wates, Temon dan Panjatan) ini memberikan catatan bahwa hasil proyek yang dikerjakan oleh pihak ketiga tidak sesuai kacamata masyarakat, berbeda dengan ahli kontruksi. Masyarakat terkadang melihatnya pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi.
"Untuk itu, kami intensif menyampaikan kritik dan saran kepada pihak pelaksana proyek untuk memperhatikan kualitas dan tepat waktu. Kami juga intensif meninjau proyek di lapangan, bukan untuk merecoki proyek, namun dalam rangka memastikan dan pengawasan proyek dilakukan secara benar," katanya.
Akhid berharap tim pelaksana proyek menjalin komunikasi dengan dewan secara intensif, supaya proyek berjalan lancar dan tepat waktu.
Tim Leader Konsultan Proyek Normalisasi Sungai, Bisman Gultom mengatakan normalisasi Sungai Serang dan anak sungai di Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan merupakan salah satu proyek multiyears dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Tahun ini anggaran yang dikucurkan untuk proyek tersebut sebesar Rp41 miliar dari total Rp130 miliar dari KemenPUPR. Adapun sisa anggaran akan digunakan pada 2019 seiring dengan target penyelesaian proyek ini.
Ia mengakui hujan deras yang mengguyur Kulon Progo pada Selasa (27/11) hingga Rabu (28/11) pagi menyebabkan proyek normalisasi Sungai Serang dan anak sungai di Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan terhambat. Pasalnya air dari hujan menggenangi lokasi proyek sehingga menyulitkan proses pembangunan.
"Karena air yang menggenang, tanahnya jadi lembek, sehingga alat berat sulit beroperasi, jadinya menghambat penyelesaian proyek ini," katanya.
Bisman mengatakan sejumlah upaya tengah dilakukan pihaknya. Di antaranya dengan menyedot air menggunakan pompa serta telah jauh hari menutup pintu air dari saluran kali serang yang berada tak jauh dari lokasi proyek itu.
"Kami berharap langkah ini bisa berhasil dan mampu mengejar target penyelesaian proyek ini pada Desember 2019 mendatang," harapnya.
Ketua Dewan minta anggaran normalisasi Sungai Serang terserap optimal
Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati memastikan talud Makam Bojong yang ambrol akibat proyek normalisasi Sungai Serang segera dibangun. (Foto ANTARA/Mamiek)
