Ali Khamenei: Jika AS serang Iran, akan pecah perang regional

id perang iran as,konflik iran as,pengeboman iran,konflik timur tengah,as serang iran,pemimpin tertinggi iran,ali khamenei

Ali Khamenei: Jika AS serang Iran, akan pecah perang regional

Dokumentasi - Asap mengepul dari sebuah bangunan yang menjadi sasaran serangan rudal Iran di Herzliya, Israel Tengah (17/6/2025). Korban perang rudal antara Iran dan Israel telah memasuki hari kelima setidaknya 244 orang tewas di Iran dan 24 orang tewas di Israel. (ANTARA FOTO/JINI via Xinhua/Gideon Markowicz/bar.)

Moskow (ANTARA) - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan jika Amerika Serikat memulai perang dengan negaranya, ketegangan berpotensi mengalami eskalasi hingga menjadi konflik di tingkat kawasan.

"AS harus tahu kalau mereka memulai perang, kali ini yang akan terjadi adalah sebuah perang regional," kata Ali Khamenei pada Minggu, sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

Pada Sabtu, Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan militer terhadap Iran.

Baca juga: Trump: India akan beli minyak dari Venezuela, bukan Iran

Baca juga: Latihan Laut Iran di Hormuz, AS keluarkan peringatan keamanan

Opsi yang tersedia dilaporkan mencakup "rencana besar" yang meliputi serangan besar-besaran terhadap institusi pemerintah serta fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam rangka operasi pengeboman berskala besar.

Sementara, opsi operasi dengan lingkup yang lebih kecil mencakup serangan terhadap target-target pemerintah yang memiliki nilai simbolis. Namun, langkah ini akan membuka ruang untuk eskalasi apabila Iran menolak kesepakatan.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ali Khamenei: Jika AS serang Iran, akan pecah perang regional

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.