ACT DIY ajak santri di Yogyakarta sosialisasi kebencanaan

id ACT DIY,mitigasi bencana

Sekitar 150 santri dari Pondok Pesantren Modern (PPM) Miftahunnajah mengikuti sosialisasi dan mitigasi kebencanaan yang bertajuk Humanity Day, di bumi perkemahan Kleresede Cangkringan, Sleman, pada senin (10/12). (Foto Antara/ACT)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) -  Aksi Cepat Tanggap DIY, Senin, mengadakan sosialisasi dan mitigasi kebencanaan yang bertajuk "Humanity Day" di Bumi perkemahan Kleresede Cangkringan, Kabupaten Sleman,  untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana

Bersama 150 santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Miftahunnajah para santri diajak mengenal potensi dan karakter bencana di Yogyakarta , termasuk tindakan evakuasi yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. 

Penanggung jawab acara Kharis Pradana mengucapkan Alhamdulillah anak-anak antusias selama mengikuti sosialisasi kebencanaan karena banyak pertanyaan terlontar selama sesi berlangsung. "Semoga dapat menjadi bekal pengetahuan kebencanaan ke depan,” ujarnya.

Pada sosialisasi, katanya, Program "Humanity Day" membawakan tema bagaimana menghadapi bencana gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi. 

“Seperti kita ketahui, beberapa pekan terakhir ini Gunung Merapi mulai aktif, bahkan sudah pada status waspada level II, harapan kami dengan adanya sosialisasi ini dapat menjadi pengetahuan bagi anak-anak ketika suatu saat terjadi bencana," kata Kepala PPM Miftahunnajah Muhammad Mujari kepada ACT DIY.

Ke depan, katanya, sosialisasi dan mitigasi bencana melalui Program "Humanity Day" akan terus dilakukan terutama di sekolah-sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan bisa diadakan acara serupa untuk setingkat perguruan tinggi maupun korporasi apabila ada panggilan untuk mengedukasi.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar