Polri diminta usut dan ungkap penyebar hoaks surat suara tercoblos

id bambang susatyo

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto ANTARA)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Kepolisian RI harus mengusut, mengungkap pelaku pembuat, dan penyebar kabar bohong atau hoaks yang mneyebutkan ada tujuh kontainer dari China berisikan surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan 01 di Tanjung Priok Jakarta, kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

"DPR RI meminta Kepolisian RI untuk mengusut serta mengungkap pelaku pembuat dan penyebar berita hoaks adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Bambang di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan langkah tegas Polri dibutuhkan karena kasus tersebut berpotensi mengganggu stabilitas politik, menggangu jalannya Pemilu, dan meresahkan masyarakat.

Bambang menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terhasut terhadap pemberitaan-pemberitaan yang belum diketahui secara pasti kebenarannya.

"Saya juga meminta masyarakat untuk tetap kritis dan berani melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya potensi pelanggaran Pemilu," ujarnya.

Bambang juga meminta KPU dan Bawaslu untuk memastikan tidak ada kebocoran surat suara ataupun pelanggaran Pemilu lainnya agar pelaksanaan Pemilu berjalan jujur dan adil.

Selain itu dia meminta semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan berita bohong yang akan mengganggu serta merusak jalannya Pemilu.

Sebelumnya beredar kabar ada tujuh kontainer dari Cina berisikan surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan 01 di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1).

Pada Rabu malam KPU dan Bawaslu langsung mengcek kebenaran kabar tersebut ke pelabuhan Tanjung Priok, dan kabar surat suara sudah tercoblos merupakan kabar bohong.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta aparat kepolisian melalui cyber crime untuk dapat melacak dan menangkap orang yang telah menyebar informasi bohong tersebut.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Kami meminta kepolisian mencari siapa yang menyebar informasi itu. Siapapun itu," kata Ketua KPU Arief Budiman.

Arief mengatakan setelah KPU-Bawaslu mengecek langsung, tidak benar ada kabar yang menyebutkan ada tujuh kontainer asal China yang di dalamnya ada 10 juta surat suara yang telah tercoblos untuk pasangan nomor urut 01.

Dia menegaskan bahwa pelaku yang menyebarkan berita bohong itu adalah orang-orang jahat yang ingin mengganggu dan mendeligitimasi penyelenggaraan pemilu sehingga harus ditangkap.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar