Menaker: ASEAN perlu wujudkan kerja layak bagi pekerja

id menaker asean

Menaker:  ASEAN perlu wujudkan kerja layak bagi pekerja

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri membuka "The 6th ASEAN Oshnet Conference" di Yogyakarta, Kamis. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri tenaga kerja (Menaker), M. Hanif Dhakiri berharap Jejaring Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat ASEAN atau dikenal dengan Occupational Safety and Health Network (ASEAN Oshnet) berkomitmen mewujudkan lapangan kerja yang layak bagi pekerja di negara-negara anggotanya.

"ASEAN Oshnet dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memiliki satu tujuan yang sama yaitu cita-cita untuk mewujudkan kerja layak, yang lebih spesifik oleh ASEAN Oshnet dititikberatkan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja," katanya saat membuka "The 6th ASEAN Oshnet Conference" di Yogyakarta, Kamis.

Menaker mengatakan, meski masih banyak tantangan karena sistem kerja yang berubah dengan cepat dan lebih banyak menggunakan teknologi, akan tetapi dengan kerja sama yang kuat maka tujuan tersebut pasti dapat dicapai.

"Kami sangat mengharapkan kerja sama antara negara anggota ASEAN ditingkatkan lagi untuk memberikan perlindungan yang maksimal bagi tenaga kerja dalam menghadapi era inisiatif pekerjaan di masa depan (future of work initiative)," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kerja sama dengan mitra Plus Three Countries (Jepang, Tiongkok, Korea), Organisasi Internasional seperti Asosiasi Internasional Pengawas Ketenagakerjaan (IALI) dan Organisasi K3 Asia-Pasifik (APOSHO) juga sangat diperlukan dalam meningkatkan perlindungan pekerja, khususnya pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Menaker berharap ASEAN Oshnet dapat lebih aktif menemukan inistiatif-inisiatif baru sebagai wadah kerja sama yang baik dalam mempersiapkan negara anggota ASEAN untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 khususnya pelaksanaan K3.

"Indonesia merasa sangat beruntung dapat berpartisipasi aktif didalam ASEAN Oshnet, hal ini dapat mendorong penyempurnaan regulasi di bidang K3 yang pada akhirnya harus sejalan dengan perkembangan K3 di tingkat ASEAN dan global," katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat mendorong terciptanya program-program K3 yang lebih modern sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing usaha, serta memotivasi praktik-praktik K3 di perusahaan dengan mengikuti program ASEAN Oshnet Award.

"Ke depannya semoga lebih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia dan negara anggota ASEAN dapat berpartisipasi dalam kompetisi ASEAN Oshnet Award, sehingga dapat memacu perkembangan pelaksanaan K3 di negara-negara anggota ASEAN," kata Menaker.

Dia menjelaskan, 2019 merupakan tahun yang sangat istimewa, karena ditahun ini usia perjalanan kerja sama ASEAN Oshnet telah mencapai 20 tahun dan pada  2019 ini juga, organisasi perburuhan internasional (ILO) genap berusia 100 tahun.