CCI berkomitmen mendukung industri batik Indonesia

id batik,kapas,cci

Perwakilan Cotton Council International (CCI) di Indonesia Dr Anh Dung (Andy) Do (tiga dari kiri) (Foto Dok. Tim Komunikasi CCI)

Yogyakarta (ANTARA) - Cotton Council International (CCI) berkomitmen mendukung dan membantu memperkuat industri batik Indonesia, karena industri tersebut dinilai berperan penting bagi perekonomian negara ini.

"Industri batik memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena kontribusinya pada devisa negara. Pada 2018, industri batik berkontribusi sebesar 52,44 juta dolar AS terhadap devisa negara melalui ekspor," kata perwakilan CCI di Indonesia Dr Anh Dung (Andy) Do di Yogyakarta, Rabu.

Pada seminar bertema "Cotton USA dalam Kain dan Pakaian Batik", Andy mengatakan selain dikenal sebagai identitas bangsa Indonesia, industri batik Indonesia juga berperan dalam membuka lapangan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra industri kecil dan menengah (IKM) batik mencapai lebih dari 15 ribu orang.

"Guna mendukung dan memperkuat industri yang memiliki peran penting pada devisa negara ini, CCI melalui merek dagang Cotton USA, mempromosikan kapas asal Amerika Serikat (AS) yang berkualitas dan berkelanjutan. Kapas AS yang berlisensi dan memiliki label Cotton USA ini akan diproduksi menjadi kain-kain yang dapat dijual ke produsen garmen batik di Indonesia," katanya.

Menurut dia, CCI selalu berkomitmen untuk meningkatkan perhatian publik akan pentingnya kapas berkualitas tinggi, terutama kapas asal AS yang sudah digunakan sebagai material dasar pembuatan bahan dari berbagai merek fashion dunia, termasuk di Indonesia.

Melalui seminar ini, CCI berharap para pengusaha lokal dan pabrik-pabrik tekstil di Indonesia dapat mengetahui lebih dalam mengenai kualitas kapas asal AS yang dapat diaplikasikan untuk produksi tekstil batik.

Ia mengatakan seminar ini merupakan bagian dari komitmen CCI dalam memperkuat industri batik Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran produsen garmen batik akan kualitas kapas AS yang dapat digunakan untuk produksi tekstil batik. Selain itu menghubungkan dan menghasilkan transaksi bisnis antara produsen kain dengan produsen garmen di industri batik Indonesia.

Dalam seminar ini, CCI juga ingin membantu mempertemukan beberapa pihak yang berperan penting dalam industri batik Indonesia, mulai dari pemerintah, asosiasi tekstil, perancang busana, hingga perusahaan tekstil. Acara ini diharapkan dapat menghasilkan transaksi bisnis antara pihak-pihak tersebut.

Pada seminar ini peserta dapat mengunjungi 6 booth pabrik tekstil Indonesia, pemasok kain yang terbuat dari kapas asal AS (minimal 51 persen kapas asal AS) dan melakukan networking dengan beberapa perusahaan produsen antara lain Apac Inti Corpora, Argo Pantes, Dan Liris, Sri Rejeki Isman, Grand Textile Industry, dan Tantra Textile Industry.

"Networking antarpemeran dalam industri tekstil dan pemahaman yang baik akan pentingnya penggunaan kapas asal AS yang berkualitas tentunya juga akan membantu pengusaha lokal di industri batik Indonesia dalam mengembangkan bisnis dan tentunya memilih kain berkualitas yang akan digunakan untuk proses produksi mereka," kata Andy.

Seminar bertema "Cotton USA dalam Kain dan Pakaian Batik" ini diselenggarakan CCI bekerja sama dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Seminar ini turut dihadiri oleh pabrik-pabrik tekstil di Indonesia yang memproduksi kain yang terbuat dari kapas AS, produsen garmen batik Indonesia yang terbuat dari kapas AS, serta desainer batik Indonesia dan merek lokal lainnya. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar