Serena Williams ke final WTA Auckland Classic

id tenis,WTA Auckland Classic,Serena Williams

Serena Williams ke final WTA Auckland Classic

PetenisAS Serena Williams mengembalikan bola yang dipukul Amanda Anisimova pada pertandingan semifinal WTA Auckland Classic, yang dimainkan di Auckland, Selandia Baru, Sabtu (11/1/2020). (ANTARA/AFP/MICHAEL BRADLEY)

Jakarta (ANTARA) - Serena Williams melaju ke final WTA Auckland Classic, berkat keberhasilannya menaklukkan Amanda Anisimova pada Sabtu.

Serena menundukkan Anisimova dengan skor 6-1, 6-1 dalam waktu 43 menit pada pertandingan semifinal yang dimainkan di ASB Tennis Centre di Auckland, Selandia Baru.

Pada laga final, ia akan berhadapan dengan Pegula, yang secara mengejutkan menundukkan Caroline Wozniacki dengan skor 3-6, 6-4, 6-0.

Pertandingan semifinal itu memperlihatkan jurang perbedaan antara sosok yang menguasai dunia tenis putri selama dua dekade terakhir dengan generasi baru yang dipimpin oleh Asinimova.

Ibu satu anak itu mengatakan ia berjuang keras untuk dapat tetap bersaing di dunia tenis sambil belajar menjadi seorang ibu, ketika ia mengincar gelar Grand Slam ke-24nya di Australian Open bulan ini.

Ia menggunakan kekuatan dan akurasinya saat mendominasi dari tengah lapangan, dan memaksa Asinimova berlari ke sana kemari, sebelum mengandaskan permainan sang lawan dengan pukulan forehandnya.

"Saya berada di zona saya hari ini. Saya tahu bahwa saya bermain melawan petenis yang benar-benar bagus, dan bahkan orang yang lebih baik, maka saya harus benar-benar serius," kata Serena seperti dikutip AFP.

Mantan petenis peringkat satu dunia Wozniacki tiba di Auckland dengan berharap dapat meraih gelar WTA ke-31nya.

Wozniacki telah mengumumkan bahwa ia akan pensiun setelah Australian Open.

Tetapi justru Pegula, yang memenangi satu-satunya gelar WTAnya di Washington Open tahun lalu, yang menjadi pemenang.

Serve Pegula dipatahkan dua kali saat ia takluk pada set pertama, sebelum menerapkan permainan yang lebih agresif yang tidak dapat dihadapi Wozniacki.

Ia menaklukkan petenis Denmark itu pada set kedua, dan memenangi semua gim pada set ketiga.

"Saya tahu jika saya bermain bertahan, saya tidak akan memenangi pertarungan itu. Ia seperti petenis terbaik di dunia, maka saya harus melangkah dan memaksimalkan kesempatan dan percaya kepada permainan saya sendiri," kata Pegula.

Wozniacki memiliki satu peluang tersisa untuk memenangi gelar di Auckland, yakni saat bermitra dengan Serena Williams pada final kategori ganda, Minggu.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2024