Penerima BPNT di Sleman dapat tambahan Rp50.000

id BPNT,E-warung,Dinsos Sleman,Kabupaten Sleman

Penerima BPNT di Sleman dapat tambahan Rp50.000

Jumpa pers Forum Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Yogyakarta, Jumat. (Foto Antara/Luqman Hakim) (Foto Antara/Luqman Hakim/)

Sleman (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut akan ada tambahan besaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama enam bulan ke depan akan senilai Rp50.000 yang berlaku untuk semua keluarga penerima manfaat.

"Tambahan intensif ini mengacu pada instruksi dari Menteri Keuangan. Ini sifatnya hanya tambahan sementara yang akan diberikan mulai Maret hingga enam bulan ke depan," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman Feri Istanto di Sleman, Kamis.

Menurut dia, besaran BPNT tetap sama yakni Rp150.000 per keluarga penerima manfaat, dan selama enam bulan ke depan ada tambahan insentif Rp50.000 sehingga yang diterima Rp200.000.

"Tambahan insentif mulai berlaku sejak Maret hingga Agustus. Ada tambahan Rp50.000 untuk setiap penerima manfaat, selama enam bulan ke depan mereka akan menerima Rp200.000," katanya.

Ia mengatakan, tambahan insentif tersebut akan langsung ditransfer ke rekening setiap keluarga penerima manfaat. Dengan kenaikan sekitar 30 persen tersebut diharapkan, penerima manfaat dapat membelanjakan untuk keperluan produktif selama enam bulan ke depan.

"Kami harapkan insentif ini dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan efeknya bisa ke perekonomian juga," katanya.

Fery mengatakan, tambahan insentif tersebut merupakan respon Pemerintah Indonesia melihat perkembangan virus corona yang juga berdampak terhadap sektor ekonomi.

"Memang virus corona ini menggoyang ekonomi makro. Dari rapat dinas kemarin, ini sebagai langkah antisipasi juga terhadap daya beli masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, untuk jenis bahan pangan yang bisa dibeli masyarakat, ada banyak pilihannya dan bervariasi. Jika sebelumnya masyarakat menerima beras dan telor saja, pada program BPNT, masyarakat bisa memilih mulai dari sumber karbohidrat, sumber protein hewani, sumber protein nabati serta sumber vitamin dan mineral.

"Dulu dinasionalisasikan beras dan telor, sekarang dari kearifan lokal yang ada di setiap daerah. Dan kriteria yang dibeli makin banyak, untuk karbohidrat tidak harus beras," katanya.

Dinsos Kabupaten Sleman, kata dia, telah menjalin koordinasi dengan 380 e-warong yang ada di Kabupaten Sleman. Penerima manfaat bisa membelanjakan nominal manfaat yang didapatnya di e-warung terdekat.

"Pembeliannya tetap di e-warong. Dengan berubahnya jenis bantuan ini, tentu masyarakat senang. Karena makin banyak pilihan, tidak hanya beras atau telur saja," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar