Pemdes Sriharjo melarang pesepeda berhenti di tengah Jembatan Sungapan

id Jembatan gantung

Pemdes Sriharjo melarang pesepeda berhenti di tengah Jembatan Sungapan

Jembatan gantung panjang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melarang pesepeda yang melintasi jembatan gantung Sungapan berhenti di tengah jembatan untuk menghindar penumpukan atau kerumunan orang di lokasi itu. 

"Kalau Jembatan Sungapan belum kami tutup, tapi masih kita jaga, kami tugaskan linmas (anggota perlindungan masyarakat) untuk menjaga di sana guna memastikan pesepeda hanya melintas tanpa berhenti," kata Lurah Desa Sriharjo Imogiri Titik Istiyawatun Khasanah saat dihubungi di Bantul, Minggu.

Menurut dia, pesepeda hanya diperbolehkan melintasi jembatan Pengkol tanpa berhenti di tengah, karena selain membahayakan bagi mereka yang melintas juga mencegah antrean dan kerumunan yang berpotensi terjadi penularan corona virus disease 2019 (COVID-19) yang kini telah mewabah.

Dia mengatakan, penjagaan di jembatan gantung Sungapan oleh anggota linmas ditempuh menyusul penutupan total jembatan gantung Pengkol di wilayah setempat mulai Minggu (19/4) ini, jembatan ditutup guna mencegah kerumunan wisatawan dan pesepeda yang memadati jembatan setiap Sabtu dan Minggu pagi.

"Harapannya setelah jembatan Pengkol kita tutup, pesepeda tidak kemudian beralih ke Sungapan. Tolong pahami kami, ketika ada banyak pengunjung, jelas akan terjadi kerumunan dan penumpukan, karena harus antre. Dan ini jelas sudah sangat beresiko bagi penyebaran COVID-19," katanya.

Selain itu, kata dia, konstruksi jembatan gantung tidak cukup kuat menahan beban berat akibat penumpukan orang pesepeda di atas jembatan, apalagi lebar jembatan kurang mendukung untuk berpapasan pesepeda yang melintas.

"Saya harap semua bisa memahami soalnya jembatannya sempit, kalau jembatannya lebar monggo (silahkan), nah ini satu meter sampai 1,5 meter lebarnya, bisa dibayangkan, meskipun bisa simpangan tetapi tetap berhimpitan, tidak mungkin bisa nyaman," katanya.

Dia juga mengatakan, bersama Pemerintah Desa Selopamioro Imogiri sudah punya kesepakatan bersama dan pandangan yang sama, bahwa kebijakan yang diambil terhadap dua jembatan gantung tersebut atau menutup jembatan Pengkol dan menjaga jembatan Sungapan demi keselamatan bersama.

"Karena kalau di situ (jembatan) sudah banyak yang masuk goyang jembatan itu, kalau sampai goyang dan ambrol kan membahayakan keselamatan pesepeda juga, jadi ini tanggung jawab pemerintah juga," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar