TRC BPBD: Kasus kematian pasien isoman di DIY menurun

id pasien isoman,Meninggal,Kematian,DIY,Yogyakarta,kasus kematian pasien isoman di DIY,BPBD sebut kasus kematian pasien iso

TRC BPBD: Kasus kematian pasien isoman di DIY menurun

Tim Kubur Cepat membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di Badran, Yogyakarta, Selasa (22/6/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp)

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus kematian pasien COVID-19 saat menjalani isolasi mandiri (isoman) hingga 12 Agustus 2021 menurun dibandingkan Juli 2021.

"Untuk bulan Agustus ini isoman yang meninggal dunia trennya menurun," kata Wakil Komandan TRC BPBD DIY Indrayanto saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat.

Indrayanto menyebutkan, berdasarkan data penanganan jenazah dari Posko Dukungan Operasi Penanganan COVID-19 DIY mulai 1 Agustus hingga 12 Agustus 2021, jumlah kasus kematian pasien saat isoman di rumah sebanyak 131 kasus.

Sementara itu, mengacu periode yang sama pada Juli 2021, kasus pasien yang meninggal dunia saat isoman masih mencapai 254 kasus.

"Kalau tanggal 1 sampai 12 bulan Juli lalu trennya memang merangkak naik," kata dia.

Menurut Indrayanto, penurunan jumlah kasus kematian pasien isoman tersebut berbanding lurus dengan angka konfirmasi positif COVID-19 di DIY yang juga menurun.

"Kesiapan fasyankes sudah cukup baik dengan penambahan bed rumah sakit rujukan, dukungan puskemas untuk pengawasan isoman dimaksimalkan dibantu dengan program penebalan nakes TNI," ujar dia.

Selain itu, ia menilai penurunan angka kematian pasien isoman tersebut juga dipengaruhi meningkatnya kesadaran pasien COVID-19 di DIY melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat (isoter).

"Dukungan alokasi isoman bergeser ke isoter dimaksimalkan dengan dorongan dari TNI," kata dia.

Ia mengatakan melalui selter, pasien COVID-19 mendapatkan jaminan layanan yang layak, mulai dari kontrol kesehatan, vitamin, gizi, hingga psikologi pasien.

Selter juga menjadi sarana efektif untuk memutus mata rantai sebaran virus COVID-19.

"Selter menjadi tempat yg baik secara psikologis, pemenuhan kebutuhan permakanan, gizi, serta kontrol kesehatan sehingga tidak membebani pasien atau masyarakat di lingkungannya," kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan jumlah kasus kematian pasien COVID-19 di DIY pada Juli 2021 mencapai 3.122 kasus atau melonjak enam kali lipat dibanding Juni yang tercatat 525 kasus.

Untuk menekan kasus itu, Pemda DIY telah merekrut 100 nakes tambahan yang bertugas khusus terjun ke lapangan memantau orang tanpa gejala (OTG) yang memilih isolasi mandiri di rumah.

"Mereka akan mengunjungi ke rumah-rumah atau melakukan 'telemedicine' supaya bisa memantau keberadaan atau kondisi yang isoman sehingga tidak terlambat menangani. Kalau ada saturasi yang menurun bisa segera ditangani teman-teman di lapangan," kata Aji.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021