Komitmen energi hijau, NasDem dukung dekarbonisasi Pertamina Hulu Energi

id subardi,nasdem,energi hijau

Komitmen energi hijau, NasDem dukung dekarbonisasi Pertamina Hulu Energi

Anggota Komisi VI DPR RI dari NasDem Subardi (ANTARA/HO-SBD)

Yogyakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI dari NasDem Subardi mendukung program dekarbonisasi yang dikembangkan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), karena program dekarbonisasi merupakan transisi energi dalam rangka menurunkan emisi, salah satunya melalui pemanfaatan sumber energi gas sebagai energi transisi yang rendah emisi dan ramah lingkungan.

"Saya mendukung langkah dekarbonisasi PHE melalui konsep besar 'green strategy holding'. Ini akan membawa transisi migas kita menjadi energi yang rendah emisi dan ramah lingkungan," kata Subardi saat menjadi narasumber seminar Peran Pertamina Hulu Energi untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat.

Menurut legislator asal Sleman, DIY itu, dengan program dekarbonisasi, PHE sedang menjalankan strategi melawan laju penurunan alamiah (natural declining rate). Langkah tersebut dilakukan melalui pengeboran sumur pengembangan, perawatan sumur, dan melakukan ekpansi.

Berdasarkan data Rencana Umur Energi Nasional (RUEN), bauran komposisi energi akan berubah perlahan hingga tahun 2050, di mana energi baru terbarukan akan mendominasi kebutuhan energi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, volume kebutuhan akan energi fosil yang ramah lingkungan akan meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, PHE kini terus melakukan eksplorasi untuk mencari potensi cadangan baru sekaligus mendukung gas sebagai energi transisi.

"Seperti halnya proyek gas Jambaran Tiung-Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur. Proyek tersebut merupakan eksplorasi untuk mencari potensi cadangan baru, untuk menahan laju decline rate, meningkatkan produksi, dan memenuhi jangka panjang kebutuhan energi nasional. Tentunya dalam kerangka program dekarbonisasi," katanya.

Program dekarbonisasi akan membawa PHE menjadi pelopor transisi energi nasional. Saat ini PHE merupakan kontributor utama produksi migas nasional. Pada tahun 2022, PHE memberikan kontribusi sebesar 68 persen produksi minyak nasional dan 34 persen produksi gas nasional.

Atas capaian itu, Subardi mendorong PHE menyukseskan energi gas sebagai energi transisi. Dalam jangka panjang, gas akan memainkan peran penting dalam periode transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

"Dengan beberapa proyek gas yang dimiliki PHE, saya mendorong pengembangan gas sebagai energi transisi. Begitu juga dengan langkah-langkah investasi yang dilakukan PHE, saya minta pemerintah memberi sejumlah insentif. Harapan saya program dekarbonisasi ini berjalan lancar. Ini adalah komitmen kita pada energi hijau sekaligus menjaga ketahanan energi nasional," kata Subardi.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.