Anggota DPR Subardi kagumi dunia industri Jepang

id dpr,subardi

Anggota DPR Subardi kagumi dunia industri Jepang

Anggota DPR RI Subardi (tengah berdiri) dalam lawatan kerja ke Tokyo, Jepang (ANTARA/HO-Subardi)

Yogyakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Subardi dalam lawatan kerja ke Tokyo menyatakan kagum melihat iklim industri di Jepang.

"Industri di Negeri Sakura itu berkembang dengan dua filosofi besar, yakni monozukuri atau inovasi dalam produksi dan hitozukuri atau membangun kualitas sumber daya manusia," kata Subardi di Tokyo melalui keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Rabu.

Subardi hadir dalam forum Forestry Investment Dialogues 2022 di Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang. Dalam forum itu Subardi bertemu dengan pelaku usaha dan perwakilan organisasi perdagangan Jepang, serta peneliti dari Jepang.

"Kuncinya adalah inovasi dan membangun kualitas SDM. Dua konsep besar dalam industri Jepang membuat saya kagum. Jepang sangat disiplin, industri di sini semakin pesat,” katanya.

Dua konsep besar itu juga didukung oleh riset. Pemerintah Jepang memiliki lembaga khusus yang membantu industri dalam negeri berkembang. Tak heran jika Jepang juga menjadi negara maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Industri di sini semakin maju karena didukung riset. Tentu riset yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Itulah yang membuat kualitas SDM di Jepang semakin maju. Orang-orang Jepang semakin hebat," kata Ketua DPW NasDem Yogyakarta itu.

Di dunia industri Jepang, dikenal budaya "kepuasan konsumen". Pelaku industri di Jepang sangat peduli dengan produknya agar dicintai pembeli. Budaya ini mulanya merupakan tradisi bagi para pengrajin kecil di Jepang.

Mereka terus memperbaiki produksi maupun pelayanan untuk mendapat apresiasi dari konsumen. Tradisi ini semakin kuat hingga melahirkan budaya, bahwa kepuasan pengguna dapat memuaskan penciptanya.

"Budaya mengutamakan konsumen sangat kuat. Di sini tidak asal bikin barang yang penting laku. Itu tidak ada. Jadi ada perhatian dari produsen agar pengguna puas. Saya merasa berbisnis di sini seperti seni. Ada kepuasan tersendiri, dan tradisi ini terus diwariskan dalam berbisnis," katanya.

Pesatnya kemajuan industri di Jepang membuat Subardi optimistis Indonesia akan terbantu. Selama 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, kerja sama perdagangan dan investasi semakin meningkat.

Jepang menduduki peringkat ke-2 sebagai negara tujuan ekspor produk pertanian Indonesia, setelah Tiongkok. Nilai ekspor produk pertanian termasuk kehutanan Indonesia ke Jepang terus meningkat dari 218,3 juta dolar AS pada tahun 2017 menjadi 468,50 juta dolar AS pada tahun 2021.

Jepang juga dipastikan terlibat dalam proyek pembangunan smart city Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara).

"Sebenarnya perkembangan industri di Indonesia juga pesat. Kita sudah ekspor otomotif, pertanian, kehutanan, hasil tambang, CPO, itu semakin bagus. Tetapi soal budaya kerja, teknologi, dan kedisiplinan, kita masih kalah. Saya optimistis peningkatan kerja sama dengan Jepang akan memajukan industri kita," kata Subardi.

Dalam kunjungan kerja di Tokyo, Subardi hadir bersama segenap delegasi DPR, yakni Ketua Komisi IV DPR Sudin (PDIP), Anggota Komisi XI Charles Meikyansyah (Partai Nasdem) dan Kamrussamad (Partai Gerindra), Anggota Komisi VI Abdul Hakim Bafagih (PAN), dan Anggota Komisi IV Alien Mus (Partai Golkar).

Delegasi ini dipimpin oleh Rachmat Gobel selaku Wakil Ketua DPR/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang).

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.