Pemkab Gunungkidul perbaiki rumah tidak layak huni secara bertahap

id bedah rumah gunungkidul,bantuan perbaikan rumah,pembangunan daerah

Pemkab Gunungkidul perbaiki rumah tidak layak huni secara bertahap

Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa/Kalurahan Beji, Kecamatan Patuk. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul)

Gunungkidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya memperbaiki rumah tidak layak huni milik keluarga kurang mampu di wilayahnya secara bertahap.

Rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan perbaikan di wilayah Gunungkidul menurut data pemerintah daerah sekitar 12 ribu sampai14 ribu unit.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Gunungkidul, Selasa, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten antara lain bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mempercepat penyelesaian perbaikan RTLH.

Dia meminta pemerintah kalurahan/desa mendata rumah-rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu di wilayah masing-masing serta mengusulkannya menjadi sasaran program perbaikan rumah.

"Kami berharap bedah rumah ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat. Sehingga warga bersemangat dalam menjalani kehidupan," kata Sunaryanta.

Ketua BAZNAS Gunungkidul Mustangid mengatakan bahwa BAZNAS selama tahun 2022 mendapat permintaan bantuan untuk memperbaiki 88 rumah tidak layak huni dan sebanyak 38 unit di antaranya sudah diresmikan penggunaannya.

Rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu yang sudah selesai diperbaiki dan diresmikan antara lain ada di Kalurahan Beji, Kecamatan Patuk.

Rumah milik Sukamardina di Padukuhan Gunungan yang dulu reot kini sudah dibangun permanen.

"Rumah ini termasuk sisa program Tahun 2022 yang diresmikan oleh Bupati bertepatan dengan hari jadi ke-192 Kabupaten Gunungkidul," kata Mustangid.

Lurah Beji Arif Wahyu Saputra mengatakan bahwa pemerintah kalurahan akan mengusulkan pemberian bantuan perbaikan rumah bagi enam warga yang lain.

Menurut Mustangid, saat ini perbaikan 12 rumah tidak layak huni dalam program bedah rumah masih berlangsung.

"Pada 2023 targetnya lebih dari 100 RTLH, baik dari anggaran pusat maupun daerah,” katanya.

Selain menjalankan program bedah rumah, Mustangid mengatakan, BAZNAS pada 2023 membantu upaya penanganan stunting dan penanggulangan kemiskinan.

Ia mengatakan bahwa BAZNAS Gunungkidul membagikan bantuan telur kepada 100 anak untuk membantu penanganan stunting.

Menurut dia, BAZNAS Gunungkidul juga memberikan bantuan makanan bagi 37 warga lansia seumur hidup. "Distribusi bantuan setiap tiga bulan sekali," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2024