Orang diet jangan musuhi karbohidrat, beber pakar

id karbohidrat,diet,menurunkan berat badan,diet turunkan berat badan

Orang diet jangan musuhi karbohidrat, beber pakar

Arsip foto - Pekerja menanak nasi di atas tungku atau kompor tradisional di Dapur Bali Mula, Desa Les Tejakula, Buleleng, Bali, Kamis (29/6/2023). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp)

Jakarta (ANTARA) -

Dokter spesialis gizi yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK menyarankan orang yang sedang diet menurunkan berat badan jangan terlalu bermusuhan dengan karbohidrat karena zat itu masih dibutuhkan tubuh.

"Sebenarnya jangan terlalu bermusuhan sama karbohidrat. Karbohidrat masih dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas, konsentrasi tetapi dalam jumlah ideal," kata Christopher di Jakarta, Jumat.

Namun, kebanyakan orang asupan karbohidratnya melebihi kebutuhan tubuh. Akibatnya kolesterol tinggi, gula naik, perut menjadi buncit dan masalah kesehatan lainnya.

"Nasi bukan biang kerok utamanya. Temannya makanan digoreng, bakwan jagung, karbohidrat semua. Minumnya teh manis," tutur Christopher.

Sementara itu, merujuk pada panduan Kementerian Kesehatan, orang-orang yang sedang menjalani program diet dapat menggunakan piring yang lebih kecil karena dapat mengurangi asupan kalori hingga 22 persen.

Orang-orang disarankan tidak mengurangi jumlah konsumsi makanan sehari-hari secara drastis sehingga mengakibatkan pusing, lemas, keringat dingin, atau gejala lainnya yang membahayakan kesehatan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Karbohidrat bukan musuh orang yang sedang diet turunkan berat badan

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.