BPBD Sleman mendirikan sejumlah hidran umum atasi dampak kekeringan

id BPBD Sleman ,Droping air bersih ,Hidran umum ,El Nino ,Musim kemarau,Bencana kekeringan ,Kabupaten Sleman

BPBD Sleman mendirikan sejumlah hidran umum atasi dampak kekeringan

BPBD Sleman mendirikan hidran umum (HU) di sejumlah titik untuk distribusi bantuan air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan akibat kemarau dan fenomena El Nino. ANTARA/HO-BPBD Sleman

Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendirikan sejumlah hidran umum pada sejumlah titik di wilayah yang mengalami kekeringan untuk memenuhi air kebutuhan masyarakat.

"Sudah ada beberapa wilayah yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, laporan tersebut kami tindak lanjuti dengan mendirikan hidran umum di beberapa wilayah terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Selasa.

Menurut dia, wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan tersebut antara lain Kapanewon (Kecamatan) Tempel yakni di Kelurahan Banyurejo dan Margorejo.

"Di Kelurahan Banyurejo dan Margorejo ini terdapat 170 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 497 jiwa yang terdampak, dengan perkiraan kebutuhan air sebanyak 47.000 liter," katanya.

Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Banyurejo dan Margorejo ini telah didistribusikan bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO).

"Bantuan air bersih dari BBWSO ini telah didistribusikan kemarin (9/10) dan masih akan dilakukan droping lagi," katanya.

Kemudian bantuan air bersih juga disalurkan di Kecamatan Pakem yakni di Kelurahan Hargobinangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Kaliurang Timur, Kaliurang Barat, dan SMP Negeri 2 Pakem.

"Di Hargobinangun ini untuk wilayah Kaliurang Timur terdapat 70 KK dengan 129 jiwa yang terdampak, dengan kebutuhan air sekitar 549.000 liter yang akan dikelola Kelompok Warih Lestari. Setiap hari dilakukan droping sebanyak tiga tanki berkapasitas 8.000 liter," katanya.

Sedangkan untuk wilayah Kaliurang Barat, lanjutnya, kebutuhan air bersih mencapai sekitar 96.000 liter.

"Bantuan air bersih untuk Kaliurang Barat ini dikelola Kelompok Tirto Candi untuk pengadaan air bersih dan operasional harian. Armada truk dibantu Formak (Forum Masyarakat Kaliurang ). Selama satu minggu terakhir berjalan setiap harinya droping dua tanki air," katanya.

Makwan mengatakan wilayah yang juga dilakukan pasokan air bersih yakni di Kecamatan Moyudan di Kelurahan Sumberarum dan Sumberagung.

"Bantuan air bersih juga disistribusikan di Kecamatan Ngaglik yakni untuk pemenuhan kebutuhan air di Puskesmas Ngaglik 2," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2024