Jenis keanekaragaman hayati Indonesia bertambah

id keanekaragaman hayati,klhk,flora indonesia,fauna indonesia,satwa liar

Jenis keanekaragaman hayati Indonesia bertambah

Wamen LHK Alue Dohong (tengah), Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko (kanan) dan Direktur KKHSG Nunu Anugrah ditemui media usai pembukaan Pekan Keanekaragaman Hayati 2024 di Jakarta, Rabu (15/5/2024) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan jenis keanekaragaman hayati Indonesia akan terus bertambah mengingat masih ada lokasi yang belum dieksplorasi secara menyeluruh.

"Kita tiap tahun juga melakukan eksplorasi ke tempat-tempat yang kita sebut sebagai blind spot jadi lokasi-lokasi yang memiliki keanekaragaman hayati tapi datanya belum lengkap atau belum banyak dilakukan eksplorasi," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Satyawan Pudyatmoko saat diskusi dalam rangka Pekan Keanekaragaman Hayati 2024 di Jakarta, Rabu.
 

Dia menjelaskan, untuk saat ini, berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) per 2023, terdapat 22 tipe ekosistem dan 75 vegetasi di Indonesia.

Di dalamnnya hidup berbagai flora dan fauna yang beragam, contohnya termasuk 1.821 spesies burung, 786 spesies mamalia, 66.361 spesies serangga, 3.478 spesies ikan, 1.639 spesies pakis, 24.995 spesies angiospermae atau tumbuhan berbunga, 871 spesies fungi dan 75 spesies mangrove.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KLHK sebut jenis keanekaragaman hayati Indonesia akan terus bertambah
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024