Jakarta (ANTARA) - Idul Fitri bukan sekadar penanda berakhirnya Bulan Ramadhan, tetapi juga merupakan manifestasi dari semangat kebaikan dan kemaslahatan sosial. Demikian disampaikan Guru Besar sekaligus Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, saat menyampaikan khotbah Shalat Idul Fitri 1446 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3).
"Otentisitas seorang hamba di hadapan Allah dimanifestasikan melalui pikiran dan tindakan yang semata-mata diperuntukkan bagi kebaikan dan kemaslahatan bersama," ujar Tholabi di hadapan ribuan jamaah yang memadati masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Dalam khotbahnya, Tholabi menegaskan bahwa puasa Ramadan tidak hanya sarana peningkatan spiritualitas pribadi, tetapi juga menjadi modal sosial dalam membentuk masyarakat yang lebih adil dan beradab.
"Puasa akan melahirkan pribadi-pribadi yang menghargai proses penempaan. Puasa akan membentuk pribadi, kelompok masyarakat, bahkan negara menjadi lebih baik," lanjutnya.
Tholabi menekankan bahwa nilai-nilai seperti zakat, infak, dan sedekah adalah lebih dari sekadar kewajiban ibadah. Menurutnya, ketiganya merupakan instrumen yang dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan keadilan ekonomi.
Baca juga: Mendagri Tito: Arus mudik lancar dan harga pangan terkendali
Dalam konteks ini, Tholabi mengutip laporan The World Giving Index 2024 yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Ia menilai bahwa tren positif dalam pengumpulan zakat tahunan adalah bukti nyata meningkatnya kesadaran sosial di tengah masyarakat.
"Capaian kebaikan ini tentu saja harus kita kelola dengan baik dan efektif sebagai manifestasi dari komitmen kita dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan dan literasi yang ditanamkan selama Ramadan. Tradisi tadarus, menurutnya, harus dimaknai lebih luas sebagai bagian dari upaya intelektual untuk memahami kehidupan.
"Budaya literasi selama Ramadhan haruslah diteruskan dan dikembangkan di lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non-formal untuk mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia dan menyongsong Indonesia emas tahun 2045," tuturnya.
Menutup khotbahnya, Prof. Tholabi mengingatkan bahwa Idul Fitri harus menjadi pijakan dalam membangun kehidupan yang bersih dari korupsi dan ketidakadilan, serta mendorong umat untuk terus menanamkan kebaikan di ruang publik.
Ia pun mengajak seluruh umat Islam agar menjadikan momen ini sebagai komitmen bersama dalam membangun bangsa yang maju, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Baca juga: Kapolri: Idul Fitri tak sekadar libur, tapi momen kebersamaan dan memperkuat persatuan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Guru Besar UIN: Idul Fitri merupakan manifestasi kebaikan bersama