Karachi, Pakistan (ANTARA) - Jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3) terus meningkat.
Hingga Minggu (30/3), otoritas setempat melaporkan setidaknya 1.700 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 3.400 lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 300 orang dilaporkan masih belum ditemukan.
Dewan Administrasi Negara Myanmar menyampaikan bahwa gempa tersebut menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kota Mandalay menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Laporan dari media lokal Myanmar Now menyebutkan krematorium-krematorium utama di kota itu, termasuk Kyanikan, Taung-Inn, dan Myauk-Inn, kewalahan oleh banyaknya jenazah yang harus dikremasi.
Baca juga: Myanmar tetapkan Pekan Berkabung Nasional pascagempa mematikan
"Kemarin (Sabtu), kami mengkremasi lebih dari 300 jenazah. Pagi ini (Minggu), lebih dari 200 telah diproses," kata seorang warga yang tidak disebutkan namanya, dikutip oleh kantor berita tersebut.
Gempa utama berpusat di kawasan Sagaing dan disusul oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo hanya 12 menit kemudian, menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Sumber: Anadolu
Baca juga: Fakta penting seputar gempa di Myanmar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korban tewas akibat gempa besar di Myanmar meningkat jadi 1.700