Denmark tegaskan ke AS tidak dapat mencaplok negara lain

id Denmark,AS,Greenland

Denmark tegaskan ke AS tidak dapat mencaplok negara lain

Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py

Kopenhagen (ANTARA) - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen melontarkan pernyataan tegas kepada Amerika Serikat terkait isu pencaplokan Greenland. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Greenland, Kamis (3/4), Frederiksen menyampaikan pesan kepada AS bahwa mereka tidak akan menerima pencaplokan Greenland dengan cara apa pun.

"Anda tidak dapat mencaplok negara lain," tegas Frederiksen dalam bahasa Inggris, seperti dilansir media pemerintah Denmark DR.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian geopolitik terhadap Greenland, pulau raksasa yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki posisi strategis di antara Samudra Arktik dan Atlantik.

Frederiksen menegaskan bahwa meskipun Denmark menyambut keterlibatan lebih besar dari AS—terutama dalam konteks penguatan keamanan Arktik—hal itu harus dilakukan melalui kerja sama dan penghormatan terhadap kedaulatan.

"Jika Anda ingin lebih hadir di Greenland, maka Greenland dan Denmark siap. Jika Anda ingin memperkuat keamanan di Arktik, seperti yang kami inginkan, maka mari kita lakukan bersama-sama," ucapnya.

Ia juga menyatakan keterbukaan terhadap dialog lebih lanjut dengan Washington, sambil menekankan pentingnya prinsip-prinsip hukum internasional.

"Kami menginginkan dialog yang erat dan tepat," ujarnya. Frederiksen menyebut Denmark menghormati hasil pemilihan Greenland baru-baru ini, dan kini siap melakukan negosiasi lebih lanjut dengan AS.

Namun, soal kedaulatan adalah garis merah yang tak bisa diganggu gugat.

Baca juga: Denmark luncurkan kampanye galang 1 triliun dolar untuk rebut California dari AS

"Batas negara, kedaulatan negara, dan integritas teritorial berakar pada hukum internasional. Ini adalah prinsip dasar yang ditetapkan setelah Perang Dunia II sehingga negara-negara kecil tidak perlu takut pada negara-negara besar," tandas Frederiksen.

Greenland telah menjadi bagian dari Kerajaan Denmark sejak abad ke-18 dan memperoleh pemerintahan sendiri sejak 1979. Pulau ini kerap menarik minat negara-negara besar karena kekayaan mineralnya dan lokasinya yang strategis di kutub utara.

Gagasan menjual Greenland kepada Amerika Serikat bukan hal baru—bahkan sempat mencuat pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, namun baik pemerintah Denmark maupun Greenland sendiri telah berulang kali menolak ide tersebut.

Sebuah survei pada Januari lalu menunjukkan bahwa 85 persen warga Greenland menolak bergabung dengan AS.

Perdana Menteri terpilih Greenland Jens-Frederik Nielsen juga dengan lantang menegaskan posisi negaranya.

"Dukunglah kami dan tegaskan bahwa Greenland tidak dan tidak akan pernah dijual. Greenland dijalankan oleh rakyat Greenland, dan itu tidak akan pernah berubah," ujar Nielsen kepada Anadolu.

Dengan ketegasan ini, baik Denmark maupun Greenland tampaknya ingin mengirimkan sinyal jelas kepada Washington: kedaulatan bukanlah barang dagangan.

Baca juga: Bapanas peroleh dukungan Denmark soal pangan di Indonesia

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Denmark tegaskan AS tidak dapat mencaplok negara lain

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2025