BNN Daerah jadi garda terdepan deteksi narkoba

id BNN, Deteksi Dini Narkoba, BNN Kabupaten/Kota, Kampanye Anti-Narkoba

BNN Daerah jadi garda terdepan deteksi narkoba

Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom (depan, kelima dari kanan) dalam kegiatan pemberian arahan kepada delapan dari sembilan kepala BNN Kabupaten/Kota yang unitnya baru terbentuk, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/7/2025). ANTARA/HO-BNN RI

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom, menegaskan pentingnya peran strategis BNN Kabupaten/Kota dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam pengarahan kepada delapan kepala BNN Kabupaten/Kota yang baru dibentuk, ia menyatakan bahwa unit ini akan menjadi ujung tombak dalam deteksi dini, kampanye anti-narkoba, serta pembangunan jejaring pencegahan dan rehabilitasi di tingkat lokal.

"Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan potensi risiko salah sasaran dalam penegakan hukum di tingkat kabupaten/kota," ujar Komjen Pol. Marthinus dalam pengarahan yang digelar di Bogor, Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa BNN Kabupaten/Kota tidak diberikan kewenangan untuk melakukan penangkapan dan penyidikan. Sebaliknya, unit tersebut diarahkan untuk memperkuat peran pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Sleman berkomitmen berantas peredaran gelap narkoba

Dalam forum tersebut, Marthinus menggarisbawahi peran kepala BNN Kabupaten/Kota sebagai mitra strategis dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia meminta agar para pimpinan BNN daerah tidak bersikap inferior di hadapan institusi lain.

“Tanamkan dalam diri saudara-saudara semua bahwa kalian adalah mitra kerja kapolres, dandim, kejari, dan seluruh kementerian di tingkat kabupaten. Kalian harus punya percaya diri untuk itu,” tegasnya.

Menurut Marthinus, kepercayaan diri dan kemampuan menjalin kemitraan lintas sektor menjadi syarat penting dalam memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Ia mendorong para kepala BNN Kabupaten/Kota untuk aktif membangun komunikasi dengan kepala daerah, aparat penegak hukum, hingga lembaga peradilan.

Selain aspek koordinasi eksternal, kemampuan manajerial internal juga menjadi sorotan. Kepala BNN RI menegaskan bahwa setiap pemimpin unit harus menguasai siklus manajemen organisasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan tugas, hingga evaluasi dan pengawasan.

Baca juga: BNNK Sleman lakukan razia kamar warga binaan lapas deteksi peredaran narkoba

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesetaraan di internal organisasi, khususnya antara personel berlatar belakang sipil dan kepolisian.

“Tidak ada perbedaan kelas antara kalian. Nilai-nilai profesionalisme, disiplin, dan militansi harus menjadi budaya kerja bersama,” katanya.

Marthinus turut menekankan tanggung jawab penuh kepala BNN Kabupaten/Kota sebagai pemimpin tertinggi unit, termasuk dalam menjaga integritas, kontrol internal, dan memastikan kehadiran selama jam kerja sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik.

Pengarahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan dan penguatan kelembagaan bagi delapan unit BNN Kabupaten/Kota baru. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem kerja yang efektif, kolaboratif, dan berintegritas demi memperkuat perang terhadap narkoba di daerah.

Baca juga: Bupati Gunungkidul: Pelajar bentengi diri dari bahaya narkoba

Baca juga: Kesbangpol sosialisasi pemberantasan peredaran narkoba ke pelajar




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Marthinus sebut BNN Daerah garda terdepan deteksi dini narkoba

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.