Logo Header Antaranews Jogja

Desainer Singapura ambil bagian dalam Jogja Fashion Trend 2025

Jumat, 11 Juli 2025 23:33 WIB
Image Print
Peragaan busana pada Jogja Fashion Trend (JFT) 2025 di Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel, Jumat (11/7/2025). (ANTARA/HO-JFT)

Yogyakarta (ANTARA) - Desainer dari Singapura Hayden Ng ambil bagian dalam Jogja Fashion Trend (JFT) 2025 yang digelar di Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel pada 11-13 Juli.

Hayden Ng yang merupakan Ketua Asosiasi Desainer ASEAN itu adalah salah satu dari 81 desainer yang ikut dalam JFT 2025. Desainer lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Project Director JFT 2025 Afif Syakur mengatakan kreativitas pelaku fesyen di Yogyakarta sangat menjanjikan. Digelarnya Jogja Fashion Trend (JFT) 2025 upaya implementasi keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berharap Yogyakarta menjadi pintu gerbang etnik.

"Produk etnik diolah jadi fesyen yang semoga go international dan international. Lewat JFT 2025 khasanah fesyen di Yogyakarta diharapkan lebih maju," kata Afif Syakur, desainer senior Yogyakarta, saat membuka JFT 2025 di Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel, Jumat.

JFT 2025 berlangsung tiga hari, Jumat-Minggu (11-13/7) dengan mengusung tema besar Cultural Fusion yang melibatkan model papan atas berbagai kota di Indonesia dengan koreografer Nyudi Dwijo Susilo dan Chico Bahtiar serta Event Organizer Asmat Pro didukung Bank Indonesia dan BPD DIY.

Menurut Afif, Cultural Fusion merupakan bentuk apresiasi terhadap warisan budaya lokal yang terus berkembang seiring semangat zaman.

"Kami ingin menghadirkan panggung mode yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna secara kultural. Yogyakarta tempat tepat menjembatani nilai tradisi dengan semangat kontemporer," ujar Afif.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hermanto berharap melalui JFT 2025 generasi muda bisa peduli fesyen di Yogyakarta.

"Arahan Ngarsa Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X) menjadikan Yogyakarta sebagai kota fesyen, menantang kami. Dan itu jadi tantangan tersendiri. Berharap kegiatan ini mendukung itu," ujar Hermanto.

Creative Director JFT 2025 Phillip Iswardono menyebut JFT 2025 sangat istimewa. Digelar di hotel, tak lagi di tempat publik atau atrium mal seperti tahun-tahun sebelumnya. Dipilihnya hotel karena ingin sajian istimewa.

"Kalau di ballroom presentasi lebih mengena. Secara konsep bisa totalitas. Dari lighting, sound system, hingga dekorasi," ucap Phillip.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026