Koperasi Desa Merah Putih: Menata ambisi, merawat misi

id Hari Koperasi,Koperasi Desa Merah Putih,Kopdes Merah Putih,Budi Arie Oleh Shofi Ayudiana

Koperasi Desa Merah Putih: Menata ambisi, merawat misi

Ilustrasi, Ketua Koperasi Merah Putih Desa Jeruju Besar Husnin menata barang dagangan di etalase saat mempersiapkan operasional koperasi di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (9/7/2025). Koperasi Merah Putih Desa Jeruju Besar merupakan satu dari 80 ribu koperasi desa dan kelurahan se-Indonesia yang akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025, sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong kemandirian desa melalui revitalisasi koperasi. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/bar

Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan mencatatkan sejarah baru dengan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di seluruh penjuru negeri, sebuah angka fantantis karena tak ada satu negara pun yang sanggup membentuk koperasi dalam skala sebesar itu.

Setidaknya, begitu yang disampaikan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, yang berulang kali menyatakan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih ini akan mengubah lanskap ekonomi desa.

“Mana ada dalam sejarah dunia … Kita sama-sama mencetak sejarah dunia. Enggak ada negara lain di dunia punya sejarah membentuk 80 ribu koperasi,” kata Budi Arie, suatu kali.

Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih dijadwalkan akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah. Semula, peluncuran ini direncanakan bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli, tetapi ditunda karena agenda presiden di luar negeri.

Di hadapan Parlemen, Budi Arie pamer bahwa sekitar 80.500 koperasi telah terbentuk, dengan hampir 77.000 di antaranya sudah memiliki badan hukum dari Kementerian Hukum RI.

Baca juga: Bupati Sleman sebut Koperasi Desa Merah Putih siap diluncurkan

Capaian ini bisa dibilang luar biasa karena target 80 ribu koperasi bisa terwujud hanya dalam waktu sekitar empat bulan sejak gagasan pembentukan muncul pada awal Maret 2025.

Menjelang peluncuran, program ambisius pemerintahan Presiden Prabowo ini terus menuai kritik. Kekhawatiran muncul bahwa Koperasi Desa Merah Putih hanya akan menjadi "koperasi papan nama" dan berpotensi meningkatkan risiko kredit macet (NPL) bagi perbankan. Juga dinilai belum memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas.


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.