Jakarta (ANTARA) - Musisi Indonesia, Adhitia Sofyan, berbagi kesannya terhadap penggunaan musik dalam film layar lebar berjudul "Sore: Istri dari Masa Depan".
Jika karya-karya Adhitia pernah sekadar menjadi latar suara pada film-film yang lain, kini lagu-lagunya meraih peran yang lebih sentral, bahkan menjelma “aktor-pendukung” dalam narasi film yang disutradarai oleh sineas Yandy Laurens.
"Enggak sekadar cuma dilem kayak ada adegan terus di belakang soundtrack main begitu. Aku pikir semuanya (lagu dalam film) akan begitu, tapi ini setelah aku menonton ini, musikku tuh main ke depan," kata Adhitia.
Adhitia mengungkapkan bahwa beberapa lagunya memang sudah sering dipakai di film layar lebar. Namun, ia merasa keterlibatannya hanya sebatas penggunaan lagu tanpa integrasi mendalam.
"Lagunya dipakai gitu ya udah," ujar dia, menggambarkan pengalaman sebelumnya yang minim detail.
Baca juga: Memperjuangkan dan merelakan cinta dalam "Sore: Istri dari Masa Depan"
Pengalaman terbaru ini, bagaimanapun, terasa sangat berbeda dan membuat Adhitia merasa terhormat. Ini bukan hanya soal penempatan semata, melainkan tentang cara menghargai karya musisi.
"Ini pertama kali, musik ikut berperan sebagai kurang lebih aktor pendukung ya," kata Adhitia.
Ia menekankan bahwa dalam film ini, musiknya memiliki time code masuk dan lirik yang selaras dengan adegan tertentu, menunjukkan tingkat perhatian yang luar biasa dari tim produksi. Diskusi intensif dengan Yandy juga memastikan setiap detail lagunya diperhatikan.
Puncaknya, Adhitia menyoroti bagaimana musiknya dibedah dan dipisah-pisah track-nya ketika konflik film dimulai.
Baca juga: Sutradara "Sore: Istri dari Masa Depan" ingin penonton film greget
Ini menandakan bahwa musiknya bukan lagi sekadar dijadikan pelengkap oleh Yandy, melainkan elemen vital yang membentuk emosi dan alur cerita.
"Musik jadi sangat berperan sekali di dalamnya," kata Adhitia.
Adhitia Sofyan dikenal luas sebagai "bedroom musician" dengan ciri khas melodi akustik dan lirik introspektif. Ia telah merilis berbagai album dengan lagu seperti "8 Tahun" dan "Quiet Down".
Pada film "Sore: Istri dari Masa Depan", Adhitia berkontribusi dua lagu berjudul "Forget Jakarta" dan "Gaze".
Baca juga: Film sang pelintas waktu, "Sore: Istri dari Masa Depan"Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Adhitia Sofyan: Musik di film Sore, lebih dari sekadar lajur suara
