Disperindag memastikan belum ada temuan beras oplosan di DIY

id beras oplosan,disperindag DIY,DIY,Yogyakarta

Disperindag memastikan belum ada temuan beras oplosan di DIY

Ilustrasi--Beras.ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan hingga kini belum ditemukan peredaran beras oplosan di provinsi ini.

Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa, menegaskan hal itu menyusul adanya informasi dugaan beras oplosan di Gunungkidul.

"Setelah kami komunikasi dengan dinas terkait di Gunungkidul, tidak ditemukan beras oplosan tersebut," kata dia.

Yuna menjelaskan bahwa dugaan temuan yang sempat muncul tersebut sejatinya hanya terkait selisih berat dari takaran di kemasan dan bukan praktik pencampuran beras (oplos).

"Hanya dari hasil timbangan ditemukan kurang dari ukuran yang sesuai di bungkus, tetapi masih dalam taraf kewajaran," ujarnya.

Produk yang dimaksud yakni beras premium merek Sovia dengan kemasan 5 kilogram.

Berdasarkan pemeriksaan visual, Yuna menegaskan tidak ada tanda-tanda pencampuran beras premium dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Yang disebut oplosan itu kan beras premium dicampur beras SPHP, dan secara kasat mata kalau kemasan dibuka pasti kelihatan. Kalau beras premium, butiran-butiran berasnya kan utuh," jelasnya.

Ia menambahkan, pemantauan rutin terhadap distribusi beras dilakukan di sejumlah pasar dan swalayan di DIY, termasuk di Pasar Beringharjo dan Pasar Prawirotaman di Kota Yogyakarta.

"Selama ini pantauan antara lain di Kota Yogyakarta di pasar Beringharjo, Prawirotaman dan beberapa swalayan. Dari pantauan di seluruh DIY belum ada temuan," ujar dia.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.