KPPPA: Pentingnya organisasi perempuan untuk sosialisasi pemenuhan gizi anak

id Fatayat NU,Arifah Fauzi,Arifatul Choiri Fauzi,Indonesia Emas 2045,pemenuhan gizi anak,Menteri PPPA

KPPPA: Pentingnya organisasi perempuan untuk sosialisasi pemenuhan gizi anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (keempat kiri) saat meresmikan peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Fatayat NU, di Jakarta, Rabu (6/8/2025). ANTARA/Anita Permata Dewi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menilai pentingnya peran organisasi perempuan termasuk Fatayat Nahdlatul Ulama untuk menyosialisasikan kepada para orang tua mengenai pemenuhan gizi bagi anak-anak.

"Peran Fatayat Nahdlatul Ulama sangat penting dan strategis, khususnya untuk penambahan gizi, makanan yang bergizi untuk anak-anak," kata Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya dalam talkshow "Kolaborasi Peringatan Hari Anak Nasional 2025 Pentingnya Makanan Bergizi dan Fortifikasi dalam Pemenuhan Zat Besi untuk Mencegah ADB pada Anak".

Dia mengatakan, pemenuhan gizi harus menjadi prioritas utama dalam keluarga untuk membangun generasi yang berkualitas demi tercapainya target Indonesia Emas 2045.

"Bagaimana menyadarkan ibu-ibu muda yang masih punya anak balita, anak usia sekolah, bahwa pemenuhan gizi ini harus menjadi prioritas utama dalam keluarga. Karena untuk membangun generasi yang berkualitas, harus ditunjang beberapa hal, salah satunya adalah kesehatan," katanya.

Ia pun menekankan diperlukan sinergi dan kolaborasi kementerian/lembaga maupun organisasi kemasyarakatan untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

"Kami berterima kasih kepada Fatayat Nahdlatul Ulama, Kementerian Kesehatan yang telah bersinergi, berkolaborasi untuk mewujudkan generasi-generasi masa depan yang sehat, yang kuat, dan berdaya," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPPPA: Pentingnya organisasi perempuan sosialisasi pemenuhan gizi anak

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.