Jerman menentang operasi militer Israel duduki Kota Gaza

id Jerman,Israel,Operasi militer,IDF,Pendudukan Kota Gaza

Jerman menentang operasi militer Israel duduki Kota Gaza

ilustrasi - Sejumlah warga terlihat di antara puing-puing setelah serangan udara Israel di daerah Sheikh Radwan, barat laut Kota Gaza, Palestina (6/8/2025). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa.

Moskow (ANTARA) - Wakil juru bicara Pemerintah Jerman, Steffen Meyer mengatakan bahwa Jerman tidak mendukung operasi militer Israel untuk menduduki Gaza Dan menyerukan pihak bertikai mengakhiri konflik secepatnya.

"Kami menolak peningkatan operasi militer dan menyerukan kepada semua pihak dan komunitas internasional untuk segera mengakhiri konflik melalui gencatan senjata yang segera dan berkelanjutan," ujar Meyer dalam sebuah pengarahan pada Rabu.

Baca juga: Jerman desak Israel ringankan penderitaan warga Palestina di Gaza

Ia mengingatkan bahwa pembebasan sandera dan gencatan senjata tetap menjadi prioritas pemerintah Jerman, termasuk dalam diskusi dengan para mitra.

Pada Rabu, stasiun televisi pemerintah Kan melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah menyetujui operasi perebutan Kota Gaza, dan rencana tersebut akan disampaikan kepada pimpinan politik dan kabinet untuk disetujui pada Kamis.

Baca juga: Hamas setujui usulan gencatan senjata di Gaza

Selain itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengirimkan sekitar 60.000 surat panggilan kepada prajurit cadangan sebagai persiapan operasi untuk merebut Kota Gaza.

Pada Rabu malam, surat kabar The Jerusalem Post melaporkan, mengutip juru bicara IDF Effie Defrin, bahwa IDF telah melancarkan serangan terhadap kota Gaza, dengan militer Israel menguasai pinggiran kota.

Sumber: Sputnik


Baca juga: Menlu Mesir kunjungi perbatasan Gaza, tolak visi "Israel Raya"

Baca juga: Kekurangan tentara, Israel incar pemuda Yahudi diaspora



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jerman menentang operasi militer Israel duduki Kota Gaza

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.