Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan bahwa dalam permainan atau dolanan anak tradisional terdapat nilai-nilai positif yang baik bagi perkembangan motorik dan sensorik anak.
"Dolanan anak tradisional memiliki nilai-nilai positif bagi tumbuh kembang anak," kata dia saat kegiatan Gelar Dolanan Anak dalam rangka 13 tahun Undang Undang Keistimewaan DIY di Sleman, Rabu.
Ia mengapresiasi acara yang diselenggarakan Pemerintah Kapanewon (Kecamatan) Sleman tersebut dalam rangka melestarikan permainan anak tradisional di tengah maraknya penggunaan gawai pada anak.
"Saya mengapresiasi penyelenggaraan acara ini dalam rangka melestarikan dolanan anak tradisional," katanya.
Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya, salah satunya dolanan anak, yang saat ini pamornya mulai tergerus oleh teknologi dan gawai.
Panewu (Camat) Sleman Rasyid Ratnadi berharap, kegiatan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan taraf pembelajaran di tingkat usia pendidikan anak usia dini (PAUD).
Ia mengatakan kegiatan ini didanai oleh Dana Keistimewaan DIY serta bertujuan melestarikan budaya Yogyakarta melalui gelar dolanan tradisional anak dan meningkatkan keterampilan anak khususnya di Kapanewon Sleman sekaligus menjadi media pembelajaran untuk persiapan masuk jenjang sekolah dasar.
"Harapan kami semoga kegiatan ini bisa mendukung pencapaian Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Sehat dan Kabupaten Layak Anak," katanya.
