Ekowisata Sungai Mudal: Destinasi hijau yang menawan

id sungai Mudal,ekowisata, kulonprogra,DIY,yogyakarta,wisata alam

Ekowisata Sungai Mudal: Destinasi hijau yang menawan

Ekowisata Sungai Mudal terletak di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.  ANTARA/Amalia Melati Qurrota Ayuni

Yogyakarta (ANTARA) - Kawasan ekowisata Sungai Mudal yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menjadi primadona wisata, menarik banyak pengunjung dari dalam maupun luar daerah, bahkan mancanegara.

Di tengah tren wisata alam yang semakin digemari, keindahan alam yang ditawarkan oleh tempat ini memang tak bisa dipungkiri. Salah satunya adalah Ekowisata Sungai Mudal, yang terletak di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Objek wisata ini menyuguhkan panorama alam yang menakjubkan, dengan aliran sungai yang jernih, gemericik air terjun bertingkat yang dingin, serta suasana sejuk khas pegunungan.

Awalnya, Sungai Mudal hanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun seiring berjalannya waktu, sungai ini bertransformasi menjadi sumber rezeki baru bagi masyarakat lokal setelah dikembangkan menjadi kawasan ekowisata.

Selama 11 tahun, Ekowisata Sungai Mudal berhasil berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang populer di Kulon Progo. Perpaduan antara sungai, air terjun, dan hutan tropis menjadikan tempat ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Keberhasilan ini tak luput dari strategi pengelolaan yang dilakukan dengan baik oleh masyarakat setempat. Mereka mengedepankan konsep ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan alami untuk fasilitas wisata, pengelolaan sampah yang terorganisir, serta menjaga keamanan pengunjung.

“Ya, yang mengelola masyarakat lokal. Kami membentuk organisasi untuk saling membantu menjaga kelestarian ekowisata Sungai Mudal ini. Kami bagi tugas shift, ada yang membersihkan area tertentu, ada yang menjaga di pos-pos tertentu. Kami juga memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Alhamdulillah, sudah 11 tahun berjalan aman-aman saja,” ujar Jemirin (61), Petugas Keamanan di Ekowisata Sungai Mudal, di akhir Agustus 2025.

Salah seorang pengunjung, Okta (20), yang datang dari Sleman, Yogyakarta, mengungkapkan kekagumannya terhadap ekowisata Sungai Mudal. Menurutnya, harga tiket masuk yang hanya Rp10.000 sudah sebanding dengan pemandangan dan pengalaman yang ditawarkan.

“Tiket masuknya murah banget ya, dengan harga segitu fasilitasnya oke, sewa ban juga murah, cuma Rp5.000. Pemandangannya masih asri, airnya dingin, udaranya sejuk, dan banyak spot foto keren. Jadi, worth it banget buat dikunjungi,” kata Okta, yang menikmati pengalaman seru di Ekowisata Sungai Mudal.

Keberadaan Ekowisata Sungai Mudal yang ramai dikunjungi wisatawan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Dengan kombinasi keindahan alam dan pengelolaan yang bijak oleh masyarakat, Ekowisata Sungai Mudal membuktikan bahwa pariwisata dan konservasi alam bisa berjalan beriringan, menjaga alam tetap lestari meskipun banyak wisatawan yang berkunjung. Ini adalah bukti nyata bahwa keberlanjutan ekowisata dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.