Menanti keberanian Patrick Kluivert

id Patrick Kluivert,Pelatih timnas,Timnas Indonesia,Jadwal timnas,Indonesia vs Lebanon Oleh Zaro Ezza Syachniar

Menanti keberanian Patrick Kluivert

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memimpin sesi latihan resmi jelang pertandingan Fifa Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025). Latihan tersebut sebagai ajang persiapan jelang pertandingan melawan Timnas Taiwan pada Jumat (5/9). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/foc.

Sinyal mempertahankan

Pertanyaannya, beranikah Kluivert mempertahankan idealismenya itu? Jika merujuk perkataannya pada jumpa pers, ada sinyal ia akan mempertahankannya.

"Dan melawan Lebanon tentu saja saya tidak ingin mengubah sistem. Saya hanya ingin menyempurnakan sistem. Ada hal lain yang harus diperbaiki," kata pelatih 49 tahun itu

"Ini hanyalah permulaan," begitu tutur ayah pemain AFC Bournemouth Justin Kluivert tersebut. Ia lalu melanjutkan, "Kami ingin menyempurnakan sistem ini, saya harap, dan untuk terus menerapkan ini".

Memang tidak ada salahnya sama sekali Kluivert menggunakan lagi formasi menyerangnya tersebut. Pasalnya, kapan lagi dia akan coba-coba. Bulan depan, Oktober, Timnas Indonesia sudah harus berlaga di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat di Arab Saudi. Tergabung di Grup B, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi dan sesama tim tamu Irak, untuk mencari satu tiket otomatis menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca juga: Pemain Los Angeles FC Adrian Wibowo tiba di Surabaya

Artinya hanya satu bulan jeda menuju panggung sebenarnya. Oleh karena itu, formasi baru ini harus ia pertahankan untuk melawan Lebanon di Stadion GBT, malam ini pukul 20.30 WIB. Lebanon, sebagai tim yang lebih kuat dari Taiwan, bahkan dari Indonesia sendiri jika diukur dari ranking FIFA, akan jadi tolak ukur sebenarnya kekuatan tim Garuda.

Dari tim peringkat 112 dunia itu, akan didapatkan gambaran sebenarnya kekuatan tim Garuda. Kluivert akan tahu kekurangan-kekurangan yang harus ia perbaiki untuk pakem baru ini. Ia juga akan tahu sedikit gambaran pola permainan yang nanti akan ia terapkan melawan Arab Saudi dan Irak, mengingat Lebanon juga sama-sama tim dari Timur Tengah.

"Saya tidak keberatan (pakai sitem empat bek atau tiga bek). Saya pikir formasinya sangat bagus (lawan Taiwan)," kata Jordi Amat yang bermain sebagai bek tengah bersama Rizky Ridho menghadapi Taiwan.

Baca juga: Jadwal lengkap timnas Indonesia lawan Taiwan malam ini


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.