Menanti keberanian Patrick Kluivert

id Patrick Kluivert,Pelatih timnas,Timnas Indonesia,Jadwal timnas,Indonesia vs Lebanon Oleh Zaro Ezza Syachniar

Menanti keberanian Patrick Kluivert

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memimpin sesi latihan resmi jelang pertandingan Fifa Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025). Latihan tersebut sebagai ajang persiapan jelang pertandingan melawan Timnas Taiwan pada Jumat (5/9). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/foc.

Saatnya turunkan penampil utama

Ketika menghancurkan Taiwan, Kluivert praktis hanya menurunkan satu pemain inti sebagai starter pada kemenangan telak atas Taiwan, Jumat lalu. Satu pemain itu adalah Rizky Ridho, pemilik 46 caps (penampilan) untuk tim Garuda.

Pada pertandingan melawan Lebanon nanti, yang merupakan pertemuan pertama kedua tim, saatnya Kluivert mencoba sistem barunya ini dengan pemain-pemain terbaiknya dari menit awal.

Emil bisa diturunkan kembali sebagai kiper, tapi Kluivert juga dapat memainkan Ernando Ari sebagai opsi.

Untuk dua bek tengah, Kluivert bisa menduetkan pemain Sassuolo Jay Idzes dan pemain Persija Jakarta Ridho untuk pertama kalinya dalam sistem empat bek. Di sisi kanan dan kiri, dapat dihuni oleh Kevin Diks dan Calvin Verdonk. Dua pemain ini sama-sama mendapatkan klub barunya di musim ini, dengan Kevin di Bundesliga Jerman bersama Borussia Moenchengladbach dan Calvin di Prancis bersama Lille.

Lini tengah dapat ditempati oleh Thom Haye dan Joey Pelupessy, seperti laga-laga sebelumnya, keduanya bermain saling melengkapi. Sebagai gelandang serang, Kluivert dapat memainkan Marselino Ferdinan, yang pada laga pertama tampil sebagai pemain pengganti. Dari area winger kiri, Ricky Kambuaya bisa mengisinya, sementara dari sisi kanan dapat ditempati oleh "Anak Depok" Miliano Jonathans.

Ketiadaan Ole Romeny membuat lini depan tak setajam biasanya, tapi Kluivert tak perlu bersedih karena ia dapat memainkan Ragnar Oratmangoen di sana.

Baca juga: Kluivert belum pastikan soal debut Mauro dan Miliano

Baca juga: Verdonk sempat bicara dengan Patrick Kluivert sebelum gabung Lille

Akan menjadi adu strategi yang menarik jika Kluivert benar-benar mempertahankan formasi barunya, karena Lebanon yang dilatih oleh Miodrag Radulovic juga memiliki bentuk formasi yang sama. Pelatih asal Montenegro itu sempat memainkan formasi tiga bek atau lima bek pada awal periode keduanya mengarsiteki The Cedars.

Lima pertandingan awal memakai formasi itu, tanpa kemenangan dengan empat kekalahan didapatkan oleh Radulovic. Alhasil, pada tujuh laga berikutnya, pelatih 57 tahun itu mengganti sistemnya dengan menggunakan pakem empat bek, dalam bentuk 4-2-3-1 dan 4-1-4-1. Formasi ini membuahkan tiga kemenangan, sementara empat sisanya berakhir tanpa tiga poin, dua di antaranya adalah melawan dua tim Asia Tenggara yaitu Malaysia dan Thailand.

Pertandingan melawan Lebanon adalah saatnya Kluivert menunjukkan pada suporter dan kepada dunia, bentuk sejati tim Garuda yang lama dinanti. Bila berhasil, tak menutup kemungkinan kalau formasi inilah yang kelak mengantarkan Indonesia ke Piala Dunia 2026.

Tentu, ada risiko kritikan tajam terhadapnya apabila formasi baru ini justru menjadi bumerang saat Indonesia melawan Lebanon. Namun, apa arti sebuah hidup jika tak berani mencoba?

Baca juga: Daftar 11 pemain Super League perkuat timnas Indonesia di FIFA Match Day

Baca juga: Laga persahabatan Inter Milan vs Monza harus diakhiri dengan adu penalti








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menanti keberanian Patrick Kluivert


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.