MIC Official juarai Komix Herbal POTEK Dance Fest bersiap ke Korea Selatan

id dance, komik, potek dance fest,fest, komik herbal

MIC Official juarai Komix Herbal POTEK Dance Fest bersiap ke Korea Selatan

Dewan juri Andry Mahyudi dan INDAHKUS membahas penilaian mereka pada seluruh finalis di Grand Final Potek Dance Fest 2025. ANTARA/HO-Ist

Yogyakarta (ANTARA) - MIC Official, grup asal Palembang yang mewakili Sumatra berhasil mengalahkan finalis-finalis dari regional lain dan keluar sebagai juara pertama Komix Herbal POTEK Dance Fest dengan hadiah utama pun menanti: perjalanan ke Korea Selatan untuk belajar langsung dari dancer profesional DEUKIE, member Kwon Twins. Kemenangan tersebut menjadi kulminasi perjalanan panjang MIC Official yang akan bertolak ke Korea Selatan di akhir September ini.

“Dimulai dengan dance di depan ponsel, dengan kemenangan ini kami akan berangkat ke Korsel untuk belajar. Trip ini melengkapi petualangan kami tidak hanya dari sisi jarak, tetapi juga perjalanan kami mengejar impian dan cita-cita. Kesempatan belajar langsung dari DEUKIE tidak pernah terbayangkan sebelumnya dan ini akan jadi langkah awal mengejar cita-cita lebih serius,” ungkap Yanny, anggota MIC Official di tengah keharuannya.

Mereka senang ternyata dari hobi bisa berdampak lebih luas daripada sekadar entertainment yang dinikmati anak muda, namun menjadikan masyarakat tahu K-Pop dance cover tak sekadar bermanfaat untuk mental health, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang penting.

"Kami harap penampilan kami menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat, aktif bergerak dan menjaga kesehatan paru-paru,” tambah Yanny.

Hal itu dikuatkan dr. Andhika Raspati SpKO, Dokter Olahraga & health influencer yang menilai meskipun berawal dari hobi, dance bisa jadi alternatif olahraga intensitas tinggi yang menyenangkan.

“Dance bisa meningkatkan penggunaan oksigen oleh tubuh lebih optimal atau VOMax, cukup 15 menit jika dilakukan konsisten tiap hari, sudah memenuhi anjuran WHO untuk aktif gerak minimal 75 menit per minggu. Saya kagum, kegiatan ini bisa mengemas edukasi kesehatan dengan keseruan dance diiringi musik favorit, khususnya genre K-Pop yang sedang digandrungi dan membuktikan bahwa hidup sehat itu tidak berat, tetapi bisa dilakukan juga dengan fun,” jelas dr. Andhika Respati.

INDAHKUS, musisi sekaligus dancer yang populer hingga ke negeri Tiongkok yang juga menjadi juri di Grand Final menyatakan apresiasinya karena kompetisi ini berhasil menginspirasi anak muda untuk tetap aktif.

“Mencapai mimpi besar itu memang harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Dance cover, belajar koreografi, itu semua bukan hal sepele, justru itulah pondasi buat impian lebih besar. Saya mengapresiasi Komix Herbal yang memberi wadah bagi anak-anak muda menyalurkan bakat dan kreativitas, menunjukkan langkah-langkah kecil yang mereka lakukan memiliki makna dan manfaat. Semoga semua finalis dan peserta tidak hanya menjadikan dance sebagai hobi, tapi terus kembangkan skill-nya untuk jadi dancer profesional, apalagi sudah bisa belajar dari DEUKIE,” katanya.

Dance terbukti dapat menjaga kesehatan paru-paru, namun ada kalanya tubuh harus menghadapi gangguan saluran pernapasan seperti gejala batuk yang masih menghampiri. Di sini peran Komix Herbal dengan kandungan daun lenggundi dan jahe merah bisa membantu. Jika muncul gejala batuk, keduanya saling dukung jaga kesehatan paru-paru dan cegah gejala batuk.

Komix Herbal POTEK Dance Fest bukan sekadar ajang kompetisi, tapi ruang untuk bermimpi, berkarya, dan menjaga kesehatan dengan cara yang menyenangkan. Dance jadi bukti bahwa hidup sehat tidak harus berat, justru bisa dibangun dari hal yang kita cinta.

Andry Mahyudi, Head Of Business Upper Respiratory & Women Health - Public Relations, PT Bintang Toedjoe yang juga anggota dewan juri menjelaskan pesan ini sengaja dikemas lewat dance agar lebih dekat dengan gaya hidup anak muda.

“Untuk anak muda, pesan ini jelas: terus bergerak, terus berkarya, jangan takut bermimpi besar. Karena langkah kecil, bahkan dari lantai dansa, bisa membuka jalan menuju panggung dunia.” pungkas Andry Mahyudi.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.