Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Temu Mitra KKMP Kota Yogyakarta 2025 dalam rangka lauching Penandaan Pembukaan Batik Segoro Amarto Reborn yang diproduksi oleh Koperasi Merah Putih sebagai rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-269 Kota Yogyakarta.
Dalam laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo yang akrab disapa Pak Toto menjelaskan acara ini bertujuan agar dapat memperluas jaringan Koperasi Merah Putih dalam membuka pembangunan dan menggabungkan kerjasama, sehingga aktivasi dan operasionalisasi yang akan dicanangkan pada 28 Oktober 2025 bisa dimulai.
Toto memaknai batik bukan sekadar selembar kain yang punya makna kebudayaan, namun bagi Kota Yogyakarta batik memiliki nilai yang lebih istimewa.
“Batik Kota Yogyakarta yang diproduksi oleh Koperasi Merah Putih dan Koperasi non-Merah Putih bukan sekadar batik, namun bisa menjadi pionir untuk menggerakkan ekonomi Kota Yogyakarta, untuk itu pada acara hari ini, kami sajikan beberapa batik dengan filosofi yang berbeda-beda” kata Toto, Senin (6/10/2025).
Acara kemitraan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu di tanggal 6 Oktober dan 7 Oktober yang diisi oleh podcast yang dapat memberi informasi dan menggerakkan masyarakat.
Baca juga: Yogyakarta Membatik Bersama di Hari Batik Nasional ke-16
Terdapat sejumlah KKMP atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang hadir di acara tersebut di antaranya, KKMP Ngampilan, KKMP Sosromenduran, KKMP Purwokinanti, KKMP Gunung Kentur, KKMP Patehan, KKMP Giwangi, Koperasi Java Kreasi Mandiri, Koperasi Bank Sampah Induk Jogja, dan Koperasi Konsumen Karyawan PT. SGM (Koperkasa)
Hadir dalam kesempatan itu, Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Asisten Sekretaris Daerah Aman Yuriadijaya, Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tri Karyadi Riyanto Raharjo, Staff Ahli Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Yogyakarta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Se-Kota Yogyakarta, serta mitra seperti pimpinan Bulog, pimpinan Kantor pos, pimpinan BRI Kota Yogyakarta dan Gerakan Koperasi.
Hasto Wardoyo mendeklarasikan pada tanggal 7 Oktober sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-269 Kota Yogyakarta ditandai dengan menggunakan batik baru Segoro Amarto. Bersamaan dengan itu, Hasto juga memberi apresiasi terhadap delapan Koperasi Merah Putih yang sudah memproduksi Batik Segoro Amarto yang sudah dilaunching beberapa waktu yang lalu.
“Ini adalah batik baru yang membawa berkah, saya sangat tersentuh sekali, dulu kita batiknya dari Pekalongan, dari Solo, namun sekarang ada UMKM, ada orang-orang yang ekonominya menengah ke bawah dapat mengecap batik tiap hari. Maka acara ini harus dilihat maknanya dari peristiwa, yang mana sekarang masyarakat Jogja dapat mengecap sendiri batiknya, sehingga kita bisa bela dan beli produk sendiri dan bisa gandeng gendong batik baru kebanggaan kita yaitu Batik Segoro Amarto” ujar Hasto.
Baca juga: Pemkab Gunungkidul wadahi kreativitas desainer dan pelaku UMKM batik
Lebih lanjut, Hasto menegaskan masih ada PR tersendiri khususnya bagi Dinas Koperasi karena dari 45 Koperasi Merah Putih baru delapan yang mempunyai usaha batik. Hasto berharap tahun ini tercetak 6.500 seragam batik Segoro Amarto bagi siswa-siswi sekolah dasar, menengah dan juga atas dan bertahap tiap tahunnya.
Selain dari delapan Koperasi Merah Putih yang memproduksi batik, 45 Koperasi Merah Putih lainnya akan didorong untuk menjadi agen Air Jogja untuk dipasarkan karena minimnya penggunaan Air Jogja yang dikonsumsi oleh masyarakat Jogja itu sendiri, dan ditargetkan akhir tahun ini omset yang di dapat mencapai Rp1 miliar per bulan jika menjadi agen dari Air Jogja.
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan hari jadi Kota Yogyakarta ini ditandai dengan penanda-penanda baru, bukan hanya dengan pesta yang akan hilang bekasnya ketika selesai, namun dengan memakai produk batik karya Koperasi Merah Putih.
“Sejak 7 Oktober mari kita pakai batik Segoro Amarto tiap Selasa dari buatan Koperasi Merah Putih, inilah penanda baru kita” katanya.
Baca juga: Generasi muda didorong kenali batik melalui teknik sederhana
Disebutkan penanda baru lainnya yakni sejak 7 Oktober 2025, pengamen-pengamen dari tugu sampai titik nol tidak ada pengamen yang seenaknya sendiri, dan ada tujuh titik yang sudah ditentukan, serta pengamen-pengamen tersebut akan dikurasi.
“Jadi pengamen-pengamen yang berkeliaran dari tugu, titik nol, Malioboro, semuanya akan kita kurasi, bukan diusir, tapi ditempatkan, sehingga tidak ada lagi yang menodong orang, memaksa dan sebagainya. Saya kira, memberdayakan pengamen di Jogja ini sangat bisa, jadi pengamen yang ada di Malioboro itu kualitasnya khusus, jadi pasti terkurasi dengan baik” ujar Hasto.
Terakhir, Hasto memaknai 7 Oktober yang bertepatan pada HUT Kota Yogyakarta Ke-269 ini sebagai momentum dan awal dari berbagai perubahan baik, serta diharapkan batik Segoro Amarto dapat memberi warna baru pada Kota Yogyakarta.
