Yogyakarta (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat menegaskan kesiapsiagaan wilayah ini dalam menghadapi risiko bencana alam.
"Kesiapan tersebut akan ditegaskan melalui apel kesiapsiagaan dan deklarasi 'Menuju Jogja Tangguh Bencana' yang akan dilaksanakan di Balaikota Yogyakarta pada Kamis (30/10)," kata Nur Hidayat di Balaikota Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, apel dan deklarasi ini merupakan wujud kesiapsiagaan semua pihak guna menghadapi risiko bencana, serta untuk memperkuat sinergi lintas sektoral.
"Melalui kegiatan deklarasi ini, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan bahwa ketangguhan Kota Jogja adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah semata," katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Kota Yogyakarta yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi, banjir, cuaca ekstrim, aktivitas vulkanik Gunung Merapi, kebakaran pemukiman dan kepadatan penduduk.
"Kondisi geografis Kota Yogyakarta yang rentan akan ancaman bencana alam, menuntut kesiapsiagaan yang kuat dari semua pihak, maka dari itu, momentum ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat sinergi sektoral dan meningkatkan kesadaran kita semua agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana," katanya.
Pelaksanaan apel siaga dan deklarasi "Menuju Jogja Tangguh Bencana" ini merupakan puncak dari rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang mengusung semangat kolaborasi dan aksi nyata.
"Tujuan PRB guna menumbuhkan komitmen bersama lintas sektoral dalam membangun ketangguhan pada pada pra, saat dan pasca bencana serta meningkatkan sinergi, koordinasi dan kolaborasi multi pihak dalam penanggulangan bencana dan menjadikan gerakan PRB sebagai gerakan kolektif berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta," katanya.
Nur Hidayat mengatakan, program ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dalam sektor masyarakat dan infrastruktur yang tangguh, sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Kota Yogyakarta nomor 6 tahun 2023 tentang penanggulangan bencana daerah.
Melalui deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap publik menyadari bahwa kesiapsiagaan adalah budaya yang harus dibangun bersama, dan lahirnya rencana aksi kolaboratif lintas sektor diharapkan dapat menuju pada ketangguhan kota yang berkelanjutan.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal perubahan yang memiliki kesiapsiagaan individu hingga ketahanan kolektif seluruh warga kota, dan dengan semangat kolaborasi, gotong royong serta inovasi," katanya.
Ketua Forum Kampung Tangguh Bencana Kota Yogyakarta Tri Handoko mengatakan terdapat 169 kampung yang tergabung untuk mendapatkan pelatihan dari BPBD Kota Yogyakarta mengenai kesiap siagaan bencana, baik pelatihan di tingkat dasar maupun tingkat Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) penyelamatan.
"Selain itu juga diajarkan bagaimana cara mengatur logistik, serta memakai dan berkomunikasi menggunakan alat radio komunikasi, semua telah mendapatkan pelatihan dari BPBD Kota Yogyakarta, sehingga banyak awam yang terlatih yang ada di Kampung Tangguh Bencana," katanya.
