Yogyakarta (ANTARA) - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta) merayakan milad ke-9 dengan kuliah umum bertema komunikasi digital.
Acara yang diselenggarakan pada Selasa, 25 November 2025, ini menghadirkan content creator Muhammad Najih Farihanto, yang membahas pentingnya adaptasi di era digital dengan tema Bangun Suara, Bangun Citra: Meraih Keberhasilan Melalui Komunikasi di Era Digital.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta Hari Akbar Sugiantoro berharap prodi ini terus berkembang, mencetak lulusan unggul, dan menjadi pilihan utama calon mahasiswa. Milad ini juga mengenang perjalanan prodi sejak pertama kali didirikan pada 2016.
Selain kuliah umum, acara juga diwarnai dengan potong tumpeng sebagai bentuk syukur atas pencapaian prodi yang kini telah memasuki usia ke sembilan.
Dalam kesempatan tersebut, Wuri Rahmawati, Kaprodi periode 2020–2021, berpesan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi terus mengembangkan diri di luar kampus untuk meraih kesuksesan di masa depan.
"Harapan ke depan untuk Prodi Ilmu Komunikasi, insyaallah lebih profesional qurani lagi, baik dosennya, mahasiswanya, dan seluruh civitas akademikanya. Sukses terus untuk COSMICS (Corps of Communication Students, himpunan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi)," kata Wuri.
Najih menjelaskan bagaimana era digital telah mendisrupsi industri komunikasi analog yang telah dominan selama puluhan tahun. Saat ini, siapa pun bisa menjadi komunikator yang menyampaikan pesan komunikasi massa, tanpa terikat media tradisional.
Industri media konvensional, seperti televisi, lanjut dia, kini harus bersaing dengan influencer di media sosial yang semakin menarik perhatian publik. Namun, era digital juga membuka peluang besar bagi praktisi ilmu komunikasi.
Najih, yang sering berbagi konten seputar dunia kampus, menambahkan bahwa pada 2030, profesi baru seperti content creator, social media strategist, dan data analyst komunikasi akan semakin berkembang.
"Di Ilmu Komunikasi, kalian sudah berada di prodi yang tepat untuk menyongsong 2030, asalkan kalian bisa beradaptasi dengan perubahan digital," ujarnya.
Mahasiswa pun antusias berdiskusi mengenai dunia content creator. Najih terus mengingatkan mereka untuk memanfaatkan peluang di media sosial dan membangun branding diri yang kuat agar tidak tertinggal di era digital ini.
