Yogyakarta (ANTARA) - Sutradara film dokumenter ‘Four Trails’ Robin Lee mengungkap perjalanan emosional dan beratnya proses produksi film yang ia sebut sebagai 'Four Trails versi saya sendiri'.
Lee menegaskan bahwa proyek ini dibuat sepenuhnya tanpa investor dan berlangsung selama hampir lima tahun.
“Ini proyek passion saya dan saudara saya. Tidak ada yang menyuruh kami membuat film ini. Tapi karena itu, kami harus menyeimbangkan pekerjaan harian sambil tetap mengerjakan Four Trails,” ujarnya kepada awak media usai pemutaran film pada Selasa (2/12) petang.
Kegiatan itu merupakan bagian dari acara Jogja-Network for the Promotion of Asia Pacific Cinema (NETPAC) Asian Film Festival (JAFF) edisi ke-20 di Empire XXI Yogyakarta.
Robin menjelaskan bahwa proses syuting dilakukan selama 4–6 bulan sebelum tantangan dimulai, ditambah tiga hari tiga malam tanpa tidur.
“Pasca-produksi memakan waktu dua tahun karena saya harus membagi waktu dengan proyek lain. Secara emosi, naik turun. Kadang saya pikir ‘kenapa saya melakukan ini’, lalu dua hari kemudian saya pikir ‘ini luar biasa’. Itulah empat Trails versi saya sendiri,” kata dia.
Menurutnya tantangan terbesar bukan hanya teknis, tetapi menjaga batas emosional saat mengikuti para pelari yang berjuang di jalur ekstrem Hong Kong.
"Kami membangun kepercayaan dengan mereka. Mereka tahu siapa kami, jadi kamera tidak mengganggu. Tapi kami tetap harus menjaga jarak agar tidak ikut larut dalam perjuangan mereka,” katanya.
Robin mengaku sering tidak tahu perkembangan kondisi pelari karena jarak antarpertemuan bisa sangat jauh.
“Saya bisa merekam seseorang di kilometer 20 dan baru bertemu lagi ketika mereka sudah di kilometer 120. Di antara itu, saya tidak tahu apa yang mereka alami,” katanya.
Namun, momen ketika pelari menembus garis akhir menjadi adegan yang paling mengguncang secara emosional bagi dirinya.
“Saat mereka tiba di akhir, kamu merasakan semuanya ikut tumpah. Bahkan sekarang ketika saya membicarakannya, saya masih merinding,” ungkapnya.
Robin juga menjelaskan bahwa daya tarik utama film ini bukan ekstremnya rute, melainkan kisah manusia biasa yang melakukan hal luar biasa.
“Tidak ada dari mereka yang atlet profesional. Mereka seperti saya dan anda. Mereka hanya ingin mencoba sesuatu yang luar biasa,” kata dia.
Ia berharap Four Trails dapat menunjukkan sisi lain Hong Kong yang jarang terlihat melalui jalur-jalur alam yang membentang hampir di seluruh kota.
“Bagi saya, ini kesempatan menunjukkan rumah saya dari sudut yang berbeda,” katanya.
