Pola asuh
Nilai utama yang diusung oleh sosok Simon Ferdinan adalah kejujuran yang dipraktikkan melalui perbuatan nyata setiap hari.
Konflik sempat memuncak, saat Kefas muda melihat Simon memindahkan stok beras panti secara diam-diam ke luar bangunan, dengan mobil operasional panti.
Dengan wataknya yang mudah curiga, Kefas menuduh Simon melakukan tindakan korupsi terhadap jatah makan anak-anak panti.
Kebenaran baru terungkap setelah momen sarapan pagi tiba. Kefas menyadari bahwa nasi di piringnya sudah bersih dari bangkai kutu yang biasanya selalu ada.
Ia akhirnya memahami bahwa Simon telah mengganti beras rusak tersebut secara diam-diam, tanpa mengharap nama baik atau pujian.
Fase limbo dalam film ini ternyata tidak hanya milik Kefas. Simon sendiri mengalami fase ambang yang menyentuh, saat ia sendirian.
Ia sering terdiam lama mencium sejenis wewangian sambil memperhatikan foto lama, saat bersama istri dan anaknya.
Kenangan tersebut membuatnya seolah terjebak di antara kehangatan masa lalu dan kesunyian masa sekarang.
Baca juga: Luna Maya menjawab judul film layar lebar lain di 2026, satu-satunya Suzzanna 3
Selain Simon, karakter tetangga panti asuhan mereka, Yahya (Landung Simatupang) juga menghadapi kondisi serupa.
Sebagai tukang jahit yang tinggal di sebelah panti, Yahya sering terlihat galak, saat anak-anak menendang bola ke halamannya.
Kemarahan tersebut merupakan proyeksi dari kondisi psikologis masa tuanya yang ia hadapi dalam kesendirian.
Simon pernah menerima teguran emosional yang keras dari Yahya, namun ia memilih untuk memahami kondisi tersebut, tanpa membalas dengan amarah.
Ketulusan itu membuat Yahya sangat menghargai sosok Simon sebagai tetangga.
Ia meyakini keberadaan Simon dapat membuat anak-anak panti tumbuh menjadi manusia yang lebih baik di lingkungan tersebut.
Di sisi lain, fase limbo juga menghinggapi Gabriel (Verdi Solaiman), seorang pemilik rumah duka.
Ia terjebak dalam pertentangan moral yang lucu karena praktik bisnisnya.
Gabriel harus berhadapan dengan situasi profesional unik, yang memaksanya menyeimbangkan prinsip kerja dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan.
