
BPBD Bantul mendata 14 titik lokasi terdampak bencana hidrometeorologi

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelesaikan pendataan dengan hasil sebanyak 14 titik lokasi terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir Desember 2025.
"Dari update terakhir tercatat ada 14 titik lokasi terdampak bencana hidrometeorologi pada 26 dan 27 Desember 2025, yang penanganannya menjadi tanggung jawab Pemkab Bantul," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Rabu.
Lokasi terdampak bencana tersebut, di antaranya jalan longsor di Lemah Rubuh Imogiri, talud longsor di Jalan Siluk dan jalan longsor di Kedung Jati Imogiri, kemudian jembatan ambrol di Donotirto Kretek, talud ambrol di Srigading Sanden, jalan ambles di Sompok Imogiri.
Atas kondisi tersebut, kata dia, BPBD Bantul sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait penanganan dampak cuaca ekstrem, mengingat kerusakan fasilitas umum tersebut merupakan sarana penting bagi masyarakat.
"Untuk penanganan sudah dilakukan pembahasan di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga tinggal menunggu momen yang tepat untuk dilakukan pembenahan," katanya.
Menurut dia, anggaran untuk penanganan lokasi terdampak bencana yang dibutuhkan Pemkab Bantul mencapai Rp2,4 miliar melalui belanja tak terduga (BTT) dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026.
Dia mengatakan besaran anggaran yang dibutuhkan itu bertambah dari pendataan sebelumnya yang sebesar Rp2,3 miliar, hal itu karena hasil identifikasi lebih lanjut ditemukan beberapa lokasi yang juga terdampak bencana, sehingga perlu penanganan lanjutan.
Salah satu lokasi terdampak bencana yang baru teridentifikasi adalah kerusakan bangunan di Bendung Widodo yang berada di Kecamatan Pajangan. "Jadi, kami baru dapat laporan, sekitar tiga hari setelah kejadian bencana, kemudian kami identifikasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) terkait dampak kerusakan di Bendung Widodo," katanya.
Dia mengatakan pada 26 sampai 28 Desember 2025, setelah kejadian cuaca ekstrem, BPBD Bantul konsentrasi menangani dampak bencana yang ada di Kelurahan Srigading Sanden, Tirtosari Kretek, dan Selopamioro Imogiri.
"Jadi, kami lakukan identifikasi dan ternyata di sana Bendung Widodo, terdampak bencana pada 26 Desember 2025," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
