Pasien dengan gangguan jantung aman berpuasa selama kondisi terkontrol

id gangguan jantung,puasa ramadhan,kesehatan jantung

Pasien dengan gangguan jantung aman berpuasa selama kondisi terkontrol

Dokter Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA (kanan) menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers Pulse Day 2026 bertajuk "Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat" di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat (13/2/2026).  (ANTARA/Farika Nur Khotimah)

Jakarta (ANTARA) -

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menyampaikan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung aman berpuasa selama kondisinya terkontrol dan tetap minum obat.

"Secara langsung puasa tidak berbahaya bagi pasien gangguan irama jantung," kata dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA usai konferensi pers Pulse Day 2026 bertajuk "Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat" di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat.

Anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia (PERITMI) itu mengatakan bahwa kasus gangguan ritme jantung sering berkaitan dengan gaya hidup dan berpuasa bisa membantu upaya perbaikan gaya hidup, termasuk pengaturan pola makan.

Dia juga menyampaikan bahwa sebagian besar pasien gangguan irama jantung tidak memerlukan perlakuan khusus saat berpuasa.

"Prinsipnya obat tetap dikonsumsi dengan dosis yang sama. Jika obat diminum tiga kali sehari, jadwalnya bisa diatur saat buka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur," katanya.

Baca juga: IDAI: Kawasaki pada anak bisa picu gangguan jantung

Baca juga: Kenali faktor risiko untuk cegah kematian jantung mendadak

Dokter Ardian mengemukakan bahwa pasien dengan gangguan jantung perlu menghindari makan berlebihan saat berbuka puasa.

"Setelah puasa seharian, kadang asupan justru berlebihan. Itu bisa menjadi pemicu kekambuhan pada penyakit jantung tertentu," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua pasien jantung aman berpuasa, jadi lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa.

Pasien jantung dengan kondisi tertentu seperti pasien gagal jantung stadium lanjut dan pasien dengan penyakit jantung bawaan berat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa.

"Pasien yang sangat bergantung pada obat rutin dan pembatasan cairan, serta beberapa kelainan jantung bawaan tertentu, harus memastikan dulu ke dokter apakah aman untuk berpuasa," kata dr. Ardian.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pasien dengan gangguan jantung aman berpuasa selama kondisi terkontrol

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.