Bupati Agung Setyawan: Pada 2026-2027 prioritaskan pembangunan infrastruktur

id Bupati Kulon Progo,Bupati Agung Setyawan,Agung Setyawan,Kulon Progo,infrastruktur,Forkompimda

Bupati Agung Setyawan: Pada 2026-2027 prioritaskan pembangunan infrastruktur

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Bupati Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Agung Setyawan mengatakan pada 2026-2027 memprioritaskan pembangunan infrastruktur jembatan, irigasi dan jalan untuk meningkatkan akses masyarakat dan mendukung ketahanan pangan.

Bupati Agung Setyawan di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pada 2026 ini prioritas pembangunan infrastruktur jembatan.

"Kalau jalan rusak masih bisa jalan meskipun gronjal-gronjal (bergelombang). Tapi kalau jembatan rusak, orang sudah tidak bisa lewat. Jadi skala prioritasnya beberapa penanganan jembatan pada 2026. Dan masih ada juga jalan yang kita bisa anggarkan untuk itu," kata Agung.

Selanjutnya, pada 2027, kata dia, pembangunan infrastruktur fokus pada pembangunan jalan. Rencananya, pembangunan jalan merata di 12 kapenewon.

"Mengenai jalan, infrastruktur di 2027 menjadi skala prioritas untuk kita memperbaiki secara merata. Bukan secara baik mutlak full satu daerah, tapi merata di seluruh daerah. Anggaran sudah mulai kita rencanakan mengarah ke sana," katanya.

Agung juga mengatakan Kabupaten Kulon Progo mendapat anggaran Rp233 miliar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembangunan infrastruktur pertanian. Rencananya,anggaran tersebut untuk menyelesaikan irigasi tersier dan bangun jaringan irigasi tersier baru juga harus tuntas di 2027. Pemkab Kulon Progo menjadikan program utama di 2026 dan ditargetkan selesai di 2027.

"Saat kunjungan Menteri PUPR ke Kulon Progo memberikan fasilitasi 233 miliar ke Kulon Progo untuk perbaikan irigasi yang harus selesai saluran primer dan sekunder, serta tersiar selesai pada 2027," katanya.

Dia mengatakan untuk mewujudkan percepatan pembangunan di Kulon Progo dibutuhkan komunikasi yang baik dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kulon Progo. Selain itu, soliditas pimpinan dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakatnya senang.

"Soliditas pimpinan dapat merespon apa aspirasi masyarakat jauh lebih cepat gitu. Bahasanya kita mungkin belum bisa 100 persen memenuhi, tetapi kita berusaha untuk solutif terhadap aspirasi masyarakat. Ada problem kita bisa memenuhi ini, menyelesaikannya, bukan memecah tapi menyelesaikannya," katanya.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.