Ketiga, terciptanya daya saing di pasar Amerika. Melalui ART, produk ekspor Indonesia, seperti pakaian, alas kaki, mesin, dan elektronika kini jauh lebih kompetitif dibandingkan kompetitor berat, seperti Vietnam, Bangladesh, Tiongkok, bahkan India. Tarif 19 persen untuk Indonesia jauh di bawah tarif yang dikenakan AS pada negara-negara tersebut, antara 30 persen hingga 50 persen.
Bahkan, komoditas rakyat, seperti kopi, coklat, rempah-rempah, dan karet alam, kini menikmati tarif 0 persen.
Setelah penandatanganan ART, Indonesia berpeluang mendapatkan pengecualian tarif untuk 1.695 komoditas ekspor, termasuk kelapa sawit. Selain itu, AS juga akan memberikan pengecualian tarif khusus untuk produk industri tekstil Indonesia, dengan mekanisme tariff-rate quota (TRQ). Mekanisme TRQ akan dibahas secara detail, setelah penandatanganan perjanjian ART selesai dilaksanakan
Kekuatan baru
Simbiosis baru tercipta, Amerika membutuhkan sekutu kredibel di kawasan Asia guna menjaga keseimbangan global, sementara Indonesia dapat memanfaatkan posisi itu untuk mengakselerasi ekonomi dan posisi tawar politik luar negeri.
Setelah penandatanganan ART, Indonesia berpeluang mendapat pengecualian tarif untuk 1.695 komoditas, termasuk kelapa sawit yang selama ini digempur isu lingkungan oleh Barat.
Pujian Trump di "Board of Peace" merupakan legitimasi bahwa Indonesia telah bertransformasi menjadi bangsa kuat. Kehormatan yang dikirim Washington ke dunia internasional menjadi sinyal kuat, menegaskan tentang rasa hormat dari bangsa-bangsa terhadap kekuatan tangan sendiri.
Dunia, kini menatap Indonesia dengan pandangan berbeda. Seperti kata Trump, siapa yang berani melawan pemimpin dari negara sebesar dan sekuat ini?
Di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia membuktikan keberanian untuk tetap independen, teguh pada kemanusiaan dan cerdik dalam negosiasi. Frasa kunci untuk menjadikan Indonesia semakin disegani di abad ke-21 sebagai realitas kekuatan dunia.
Baca juga: Prabowo hadiri KTT Board of Peace perdana di US Institute of Peace
*) Dr Eko Wahyuanto adalah pengamat politik dan kebijakan publik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Macan Asia: Presiden Prabowo di mata Trump
