Logo Header Antaranews Jogja

TPID DIY sebut kenaikan permintaan hewan kurban tak pengaruhi inflasi

Rabu, 6 Mei 2026 18:55 WIB
Image Print
Pemantauan hewan kurban Idul Adha di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut kenaikan permintaan hewan ternak di masyarakat menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak secara signifikan mempengaruhi inflasi di daerah tersebut.

"Pasti akan berpengaruh (inflasi), tetapi tidak terlalu signifikan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hermanto usai pantauan hewan kurban bersama TPID di Kabupaten Bantul, Rabu.

Menurut dia pengaruh yang tidak signifikan itu apabila dilihat perubahannya dari periode yang sama Idul Adha tahun sebelumnya, bahkan di salah satu peternak yang dipantau, harga relatif stabil dibandingkan periode Idul Adha tahun lalu.

"Jadi saya kira ada kenaikan tetapi masih relatif terkendali. Dan memang kalau permintaan hewan dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu relatif sama, tapi kalau dengan bulan sebelumnya naik dan harganya juga naik," katanya.

Meski demikian, kata dia, TPID DIY juga menyoroti kondisi wilayah DIY yang selalu mendatangkan ternak dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan lokal, namun kebijakan itu tetap dapat menstabilkan harga hewan kurban di pasaran.

"Itu menjadi perhatian kami setiap tahun, tetapi sejauh ini masih relatif bisa menstabilkan harga juga, tidak kemudian berpengaruh kepada kenaikan harga, yang penting stok aman, bahkan beberapa daerah seperti Gunungkidul justru masok, Bantul juga bagus juga pasokannya," katanya.

Dia mengatakan hanya di wilayah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta yang kebutuhan hewan kurban tinggi, sehingga perlu mendatangkan dari luar daerah, terlebih di Kota Yogyakarta tidak ada peternak sapi.

"Sleman yang permintaan tinggi perlu dari tempat lain, akan tetapi kalau secara provinsi DIY, hewan kurban masih aman sekali. Stok hewan kurban dari periode Idul Adha tahun lalu ke sekarang cukup aman," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan daerahnya masih harus mendatangkan suplai ternak dari luar daerah, karena meskipun daerahnya terdapat berbagai peternakan, namun rata-rata memelihara betina.

"Kalau kebutuhan kambing domba di Bantul pada Idul Adha sekitar 15 ribu sampai 16 ribu ekor, sementara sapi sekitar tujuh ekor. Namun, sejauh ini ketersediaan di tempat penampungan ternak aman," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026