Mendikdasmen merancang budaya sekolah aman menjaga kesehatan jiwa siswa

id mendikdasmen,kemendikdasmen,sekolah aman,kesehatan mental,kesehatan jiwa,bunuh diri anak

Mendikdasmen merancang budaya sekolah aman menjaga kesehatan jiwa siswa

Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri), Menteri PPPA Arifah Fauzi (tengah) dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa AnakĀ  di Jakarta, Kamis (5/3/2026) ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan menargetkan pembentukan budaya sekolah aman dan nyaman serta memperkuat peran guru untuk memberikan pendamping bagi siswa sebagai bentuk upaya mengatasi isu kesehatan jiwa anak.

Dalam konferensi pers usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta, Kamis, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dana nyaman bagi para siswa, bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Kita bangun relasi sosial yang lebih baik, relasi sosial antara guru dengan murid, kemudian juga antara murid dengan murid, antara guru, murid dengan orang tua dan juga dengan seluruh stakeholder pendidikan. Kami menggunakan pendekatan preventif-promotif yang di dalamnya kita memperkuat peran guru BK dan peran ke-BK-an di mana semua guru tidak terbatas guru BK harus melaksanakan tugas ke-BK-an," jelasnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga tengah mendorong kegiatan pengembangan bakar dan minat bagi anak baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler.

Terkait empat aspek utama yang harus dipenuhi dalam sekolah aman dan nyaman, Mendikdasmen mengatakan fokus diberikan terhadap pemenuhan spiritual, kemudian perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, dan keamanan sosio-kultural, serta keadaban dan keamanan digital.

"Kita berusaha untuk mengubah paradigma bimbingan konseling dari awalnya dominan kuratif, menunggu masalah, kemudian kita ubah menjadi pendekatan yang preventif dan pengembangan bakat minat serta kepribadian. Target kita pada tahun 2029 adalah menyentuh lebih dari 2,8 juta guru," jelas Mendikdasmen.

Fokus kepada kesehatan jiwa anak sendiri menjadi fokus pemerintah, di tengah peningkatan global persentase pemikiran dan percobaan bunuh diri. Dengan berdasarkan data Global School-Based Student Health Survey (GSHS) pada 2015 dan 2023 memperlihatkan persentase siswa yang berpikir ingin mengakhiri hidup meningkat 1,6 kali lipat, dari 5,4 persen menjadi 8,5 persen.

Sementara itu, survei yang sama memperlihatkan persentase siswa yang mencoba mengakhiri hidup meningkat 2,7 kali lipat, dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023. Data yang sama memperlihatkan siswa perempuan punya kecenderungan lebih tinggi baik untuk yang berpikir dan mencoba mengakhiri hidup.

Tidak hanya itu, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2023-2025 memperlihatkan usia 11-17 tahun menjadi kelompok usia paling tinggi yang mengakhiri hidup. Secara rinci dilaporkan 45 kasus anak usia 11-17 tahun yang mengakhiri hidup pada 2023, 42 kasus pada 2024 dan 20 kasus pada 2025.

Data KPAI serta laporan kesehatan mental berbasis daring Kemenkes Healing119.id menemukan faktor utama pemicu keinginan bunuh diri pada anak yaitu isu pengasuhan dan konflik keluarga memiliki persentase 24-46 persen, perundungan 14-18 persen, masalah psikologis 8-26 persen dan tekanan akademik 7-16 persen.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi serta Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta pada hari ini.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendikdasmen rancang budaya sekolah aman jaga kesehatan jiwa siswa

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.